Bandung (ANTARA News) - Kepolisian Daerah Jawa Barat melakukan penelusuran lebih jauh karena dua dari lima teroris yang tertembak mati di Bali merupakan warga Bandung. Adalah anggota Detasemen Khusus 88 Anti Teror Markas Besar Polisi yang menggerebek mereka.

"Belum tahu, nanti kita cek ya," kata Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Putut Eka Bayu Seno, usai mengikuti Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, di Gedung Sate Bandung, Rabu.

Daru data identitas pelaku, diketahui dua di antaranya berasal dari Bandung. "Sesuai dengan identitas yang ditemukan di sana, ya (warga Bandung)," kata Seno.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri, Komisaris Besar Polisi Boy Amar, mengatakan para pelaku yang ditembak mati termasuk dalam daftar pencarian orang perampokan CIMB Medan, mereka adalah HN (32) asal Bandung, Jawa Barat, dan Ag (30) asal Jimbaran, Bali.

Anggota Densus 88 AT Mabes Polri menyergap keduanya di sekitar Jalan Gunung Soputan, Denpasar.

Ketiga pelaku lainnya, UH alias Kapten, Dd (27) asal Bandung, Jawa Barat, dan M alias Abu Hanif (30) asal Makassar, Sulawesi Selatan, disergap anggota di Jalan Danau Poso, Sanur, Denpasar. (*)