Rabu, 20 Agustus 2014

USAID tidak lagi urusi pertanian di Papua

Rabu, 21 Maret 2012 14:50 WIB | 1.855 Views
Timika, Papua (ANTARA News) - Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat atau United States Agency for International Development (USAID) menarik diri dari komitmen mereka untuk mendanai sejumlah program pertanian di Papua.

USAID akan berkonsentrasi mendukung program di bidang pendidikan dan kesehatan dengan fokus penanggulangan kasus HIV dan AIDS di provinsi ujung timur Indonesia itu.

Wakil Sekretaris Eksekutif III Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK), Yohanis Arwakon, kepada ANTARA di Timika, Rabu membenarkan hal itu.

"Ya, memang benar, mereka batalkan komitmen pendanaan untuk program pertanian di Papua," kata Arwakon.

Beberapa program pertanian yang melibatkan USAID dalam pendanaannya adalah pengembangan perkebunan kopi di Wamena, Kabupaten Jaya Wijaya; program padi di Aramsolki, Distrik Agimuga Kabupaten Mimika; dan program perikanan oleh Koperasi Maria Bintang Laut di Mimika, dan lainnya.

Menurut Arkawon, selama beberapa tahun terakhir USAID bermitra dengan PT Freeport Indonesia dan LPMAK mendukung program pemberdayaan masyarakat lokal di bidang pertanian dan perikanan di Mimika.

"Mereka lebih fokus menyiapkan tenaga ahli, sementara kami dari LPMAK terlibat dalam kegiatan di lapangan," katanya.

Dengan pembatalan komitmen USAID untuk mendukung program pertanian di Papua, khususnya di Mimika, menurut dia, hal itu tentu saja berdampak pada perubahan mekanisme program.

"Kami akan lihat dan evaluasi kembali program-program yang sudah dijalankan bersama dengan USAID. Ada program yang tidak bisa kita kurangi kapasitasnya, tetapi perlu efektifitas dan efisiensi semua sumber daya terkait," katanya.

Pada 2009, USAID menandatangani nota kesepahaman bersama dengan LPMAK disaksikan Pemkab Mimika dan PT Freeport Indonesia untuk mendukung pendanaan program pemberdayaan masyarakat lokal di Mimika.

Direktur Misi USAID, Walter North, saat itu mengatakan, sejak 2007 USAID telah membantu program pemberdayaan masyarakat lokal di Mimika dan memberikan dukungan dana sebesar 1 juta dolar AS.

"Untuk di Timika kami memberikan dukungan dana sebesar 1 juta dolar AS. Program yang kami laksanakan bekerja sama dengan PT Freeport Indonesia, LPMAK serta Pemda setempat," jelas Walter.

Ia mengatakan, program yang dilaksanakan USAID di Mimika mencakup bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, pertanian dan perikanan.

Di bidang pertanian, USAID melalui Amarta membuka lahan pertanian sawah untuk ditanami padi di Kampung Aramsolki, Distrik Agimuga. Melalui program itu, warga suku Amungme dilatih bercocok tanam padi yang sebelumnya tidak pernah mereka kerjakan.

Di bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat, melalui kerja sama USAID dan LPMAK diberikan bantuan modal usaha kepada Yayasan Jaya Sakti Mandiri dan kelompok usaha warga suku Dani di Kampung Utikini Baru Distrik Kuala Kencana yang menggeluti peternakan unggas dan ternak babi.

Sedangkan untuk pengembangan masyarakat nelayan suku Kamoro di wilayah pesisir Mimika, melalui Koperasi Maria Bintang Laut (KMBL) Keuskupan Timika melakukan penimbangan ikan hasil tangkapan nelayan di Pelabuhan Paumako Distrik Mimika Timur dan pembangunan pabrik es di Kokonao Distrik Mimika Barat.

(E015/K005)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga