Sabtu, 25 Oktober 2014

Walhi Yogyakarta kampanyekan penggunaan botol isi ulang

| 3.571 Views
id walhi, botol isu ulang, botol sekali pakai, pencemaran
Walhi Yogyakarta kampanyekan penggunaan botol isi ulang
Ilustrasi Sampah botol plastik. (FOTO ANTARA/Fanny Octavianus)
Yogyakarta (ANTARA News) - Sahabat Lingkungan Wahana Lingkungan Hidup Yogyakarta mengajak masyarakat untuk menggunakan botol air minum isi ulang agar tidak menambah jumlah sampah botol plastik kemasan sekali pakai.

"Laku hidup itu bukan hanya selaras dengan kelestarian alam, tetapi juga sebagai bentuk perlawanan terhadap hegemoni pihak swasta dalam kepemilikan akses air bersih," kata Ketua Sahabat Lingkungan Walhi Yogyakarta Mulia Putri, terkait dengan Hari Air Sedunia, di Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, dengan membawa air minum dalam botol isi ulang, masyarakat bisa melakukan penghematn yang luar biasa. Hal itu bisa mengurangi biaya yang dikeluarkan untuk membeli air minum dalam kemasan sekali pakai, dan mengurangi beban bumi dari sampah plastik.

"Botol plastik air minum kemasan itu memang dirancang sebagai tempat minum sekali pakai, sehingga tidak direkomendasikan untuk digunakan berulang kali. Jadi bisa dihitung berapa jumlah sampah botol plastik yang kita hasilkan setiap hari, dan menjadi sampah bagi bumi ini," katanya.

Ia mengatakan di masa silam, air minum tidak perlu dibeli. Untuk memastikan kuman dan bakterinya aman untuk masuk ke tubuh, masyarakat cukup merebusnya sampai mendidih.

"Bagi orang yang bepergian dari rumah biasanya membawa botol atau termos air minum yang warnanya sangat menarik, dan bentuknya lucu. Orang tua tidak perlu memberi uang kepada anaknya untuk membeli air minum," katanya.

Saat ini, menurut dia, keadaannya sungguh jauh berbeda. Tidak banyak lagi orang yang mau bersusah payah untuk merebus air, apalagi untuk membawa air minum sendiri dalam perjalanannya.

"Dengan alasan tidak mau repot dan praktis, banyak orang yang lebih suka membeli air minum dalam botol plastik kemasan sekali pakai yang dijual di warung dan toko. Orang cukup membeli di sebuah warung yang
menjual air minum dalam botol plastik kemasan sekali pakai, kemudian botolnya dibuang," katanya.

Ia mengatakan air adalah hajat hidup orang banyak, maka ketika ada usaha menelikung dan membatasi akses orang terhadap air yang bersih, dan sehat, tentu bertentangan dengan peraturan dan undang-undang (UU) di negeri ini.

Fenomena pembatasan akses itu terlihat dari beberapa daerah sumber air yang dikelola dan dikuasai swasta. Usaha pembatasan itu dengan dalih untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar daerah sumber air dan peningkatan pendapatan asli daerah.

Selain itu, alasan yang ditawarkan kepada masyarakat adalah semakin praktis dan mudah memperoleh air minum dalam kemasan. Hanya dengan membayar sekian rupiah, maka sebotol air minum dapat dinikmati dan diminum langsung tanpa perlu direbus.

"Namun, botol air minum kemasan sekali pakai itu akan menambah jumlah sampah di bumi ini. Oleh karena itu, menggunakan botol air minum isi ulang merupakan kebiasaan yang baik karena lebih menghargai alam dengan tidak menambah jumlah botol plastik kemasan sekali pakai," katanya. (ANT)

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga