Sabtu, 25 Oktober 2014

Puluhan penyair dunia baca puisi di Borobudur

| 3.322 Views
id puisi, borobudur, fpii, magelang
Puluhan penyair dunia baca puisi di Borobudur
Taman Wisata Candi Borobudur (FOTO ANTARA)
Tiga kota lainnya di Indonesia yang akan menjadi tempat pembacaan puisi mereka adalah Pekalongan (4-6 April 2012), Malang (7-9 April), dan Surabaya (10-12 April).
Borobudur, Jawa Tengah (ANTARA News) - Puluhan penyair dari berbagai negara termasuk Indonesia akan membacakan puisi mereka di kompleks Candi Borobudur melalui kegiatan bertajuk Forum Penyair Internasional-Indonesia (FPII) di Magelang, Jawa Tengah, 1-3 April 2012.

Ketua Panitia Penyelenggara FPII Magelang Dorothea Rosa Herliany di Borobudur, Sabtu, mengatakan bahwa mereka yang bakal terlibat pada kegiatan itu terdiri atas 17 penyair berasal dari berbagai negara dan 10 penyair berbagai kota di Indonesia.

Penyair mancanegara antara lain berasal dari Jerman, Amerika Serikat, Zimbabwe, Belanda, Swedia, Denmark, Islandia, Australia, Selandia Baru, Afrika Selatan, dan Macedonia.

Penyair Indonesia antara lain berasal dari Bali, Bogor, Madura, Bekasi, Surabaya, Yogyakarta, Bekasi, dan Rembang.

Ia menjelaskan, forum tersebut sebagai wadah pertemuan para penyair berasal dari berbagai negara yang diselenggarakan di Indonesia.

"Tahun ini salah satunya, kami menyelenggarakan di Taman Lumbini kompleks Candi Borobudur, Kabupaten Magelang. Para penyair dunia akan membaca puisi di Borobudur pada malam hari," kata Rosa yang juga pengelola "Rumah Buku DuniaTera" Borobudur itu.

Tiga kota lainnya di Indonesia yang akan menjadi tempat pembacaan puisi mereka adalah Pekalongan (4-6 April 2012), Malang (7-9 April), dan Surabaya (10-12 April).

Ia menjelaskan, pembacaan puisi oleh para penyair dunia itu untuk meningkatkan harmoni, perdamaian, dan keberagaman melalui berbagai program kerja sama sastra antarnegara.

Selain itu, kata Rosa yang juga penyair Magelang tersebut, kegiatan tersebut membuka hubungan yang lebih kuat antarpenulis di dunia.

"Agar saling mendukung satu sama lain dan tercipta karya-karya besar dunia," kata Dorothea Rosa Herliany.
(M029)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga