Senin, 22 Desember 2014

Mahasiswa dan masyarakat gelar aksi tolak kenaikan BBM

| 3.218 Views
id demo, penaikan, bbm
Adanya kenaikan BBM ini jelas memberatkan masyarakat, maka kalau rakyat merasa berat, maka pemerintah harus mendengarkan jangan terus memaksakan kehendaknya. Naiknya BBM jelas nantinyakan akan diikuti juga naiknya barang-barang kebutuhan bahan pokok
Solo (ANTARA News) - Mahasiswa yang tergabung dari berbagai elemen dan masyarakat menggelar aksi bersama, meraka menolak rencana pemerintah yang akan menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai awal April 2012 di jalan Jenderal Sudirman Solo, Senin.

Aksi yang ditandai dengan pembakaran sebuah boneka itu berlangsung tepatnya di depan kantor Bank Indonesia Solo. Diikuti oleh dari kelompok BEM Solo Raya, PMKRI, GMNI, PMMI, SBSI 92 dan warga kota Solo.

Aksi tersebut sempat membuat jalan Jenderal Sudirman yang dua raha itu menjadi macet, karena dipadati oleh para peserta demontrans. Para demontran dalam aksinya juga membentangkan kain sepanjang 200 meter untuk meminta dukungan menolak kenaikan BBM dengan tandatangan kepada warga yang melintas di jalan tersebut.

Peserta aksi tersebut juga sempat mendaulat Wakil Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo (Rudy) untuk menyampaikan orasinya. Rudy dalam orasinya mengatakan bahwa Presiden, Gubernur, Bupati/Walikota dipilih oleh rakyat, untuk itu juga harus mendengarkan jeritan rakyat.

"Adanya kenaikan BBM ini jelas memberatkan masyarakat, maka kalau rakyat merasa berat, maka pemerintah harus mendengarkan jangan terus memaksakan kehendaknya. Naiknya BBM jelas nantinyakan akan diikuti juga naiknya barang-barang kebutuhan bahan pokok dan lain-lain. Sekarang ini BBm belum dinaikan harga-harga barang kebutuhan pokok sudah naik, hal seperti ini harus diperhatikan," kata Rudy.

Koordinator Aksi SBSI 92 DPC Kota Solo Suharno mengatakan, rencana pemerintah untuk menaikan BBM jelas akan memberatkan buruh, yang upahnya tidak naik. "Saya minta rencana pemerintah untuk menaikan BBM itu dibatalkan, kalau tidak upah buruh juga harus naik minimal sesuai kenaikan harga BBM".

Suleman korlap aksi tersebut juga senada mengatakan dengan naiknya harga BBM tidak manusiawi, karena jelas akan menambah kemiskinnan yang lebih parah lagi. "Mereka yang menentukan kebijakan menaikan harga BBM itu yang memilih rakyat semestinya mereka itu juga mengerti penderitaan yang memilih, bukan justru menambah sengsara".

Setelah para demontrans puas melakukan orasi, mereka sekitar pukul 12.00 WIB terus membubarkan diri dengan tertib dan pihak aparat baik dari Polri maunpun TNI hanya berjaga dari kejahuan sambil mengatur arus lalu lintas yang tersendat-sendat.

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga