Jakarta (ANTARA News) - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menetapkan susunan dewan komisaris baru melalui rapat umum pemegang saham tahunan di Jakarta, Rabu.

Komisaris utama sekaligus komisaris independen dijabat oleh Bunasor Sanim, wakil komisaris utama dipercayakan kepada mantan menteri BUMN Mustafa Abubakar, dengan anggota komisaris Heru Lelono, Hermanto Siregar, dan Vencentius Sonny Loho.

Sementara Aviliani, mantan menteri pemuda dan olahraga Adhyaksa Dault, dan Ahmad Fuad menjabat sebagai komisaris independen.

"Nama-nama komisaris didasarkan pada permintaan Kementerian BUMN," kata Direktur Utama BRI Sofyan Basir.

Mustafa Abubakar (mantan menteri BUMN), Vencentius Sonny Loho (Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan) dan Ahmad Fuad (Direktur Hukum Bank Indonesia) akan efektif bekerja setelah mendapatkan persetujuan dari BI mengenai penilaian kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) dan memenuhi aturan perundang-undangan.

Dalam jajaran direksi, Sofyan Basir menjabat direktur utama, kemudian Sarwono Sudarto, Achmad Baiquini, Sulaiman Arif Arianto, Lenny Sugihat, A Toni Soetirto, Asmawi Syam, Suprajarto, Djarot Kusumayakti, Randi Anto, dan Gatot Mardiwasisto.

RUPS juga menyepakati bahwa dari laba bersih 2011 yang sebesar Rp15,08 triliun, 20 persennya atau Rp3,02 triliun dibagikan sebagai dividen.

Dengan demikian dividen per lembar saham sekitar Rp122,28.

Saham BRI sekarang, 56,75 persen (14 miliar lembar) di antaranya milik pemerintah, 43,2 persen (10,67 miliar lembar) dikuasai pemegang saham publik.

Selain untuk dividen, sebagian laba bersih BRI tahun lalu, Rp150,83 miliar di antaranya digunakan sebagai cadangan untuk mendukung investasi, dan 4 persen dialokasikan bagi Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan.

Selanjutnya, satu persen laba bersih BRI digunakan untuk Cadangan Tujuan guna mendukung investasi yaitu sebesar Rp150,83 miliar dan empat persen (Rp603,32 miliar) untuk Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan.

Sisa laba bersih sebesar 75 persen atau Rp11,31 triliun akan menambah laba ditahan BRI.

(D017/B012)