Minggu, 21 Desember 2014

Sindikat penipu berhipnotis diringkus aparat

| 770 Views
id penipuan berkedok hipnotis, hipnotis menggandakan uang
Pelaku mengaku bisa menggandakan uang menjadi 10 kali lipat."
Jakarta (ANTARA News) - Anggota Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya menangkap  sindikat pelaku penipuan dengan modus hipnotis para korban.

"Kami tangkap tiga dari empat pelaku," kata Kepala Subdirektorat Reserse Mobile Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Herry Heriawan di Jakarta, Selasa.

Anggota Resmob Polda Metro Jaya meringkus tersangka Sarudin alias Abuyah, Taufik Hidayat alias Opik dan Komarudin, serta satu orang lainnya masih dalam pencarian berinisial SA. Para tersangka diringkus di daerah Bekasi, Jawa Barat dan Tangerang, Banten, akhir Maret 2012.

Herry mengatakan tersangka yang masih diburu, SA dan Opik berperan sebagai pencari sasaran penipuan atau calon korban, kemudian memperkenalkan kepada tersangka Sarudin yang mengaku bisa menggandakan uang.

Tersangka SA dan Opik mendapatkan lima orang korban, yakni Sahari bin Darto dengan kerugian Rp12,3 juta, Heri Setiawan (Rp19,5 juta), Saripudin (Rp120 juta), Jhos Selesius (Rp100 juta), Lisyanto (Rp7 juta) dan Icoh (Rp50 juta).

Kepada korban, para pelaku mengaku bisa menggandakan uang dengan cara menyimpan di bawah sajadah dan di dalam lemari."Pelaku mengaku bisa menggandakan uang menjadi 10 kali lipat," ujar Herry.

Korban Sahari sadar setelah pelaku menjanjikan kain putih di dalam tas tidak kunjung berubah menjadi uang.

Para tersangka dikenakan Pasal 378 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penipuan.
(T014)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca