Kamis, 18 Desember 2014

Kemendikbud: pendidikan karakter tidak bisa hanya diceramahkan

| 1.264 Views
id pendidikan, karakter, dicontohkan, panutan
Dicontohkan maksudnya harus ada figur yang dapat menjadi panutan bagi orang lainnya. Artinya melalui keteladananlah pendidikan karakter itu baru bisa benar-benar berjalan sebagimana yang kita harapkan bersama.
Medan (ANTARA News) - Pendidikan karakter tidak bisa hanya diceramahkan, namun harus ada figur yang dapat menjadi panutan bagi orang lain dan harus dicontohkan.

Demikian dikatakan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Peningkatan Mutu Pendidikan (BP SDMP-PMP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Prof Syawal Gultom , di Medan, Jumat.

"Dicontohkan maksudnya harus ada figur yang dapat menjadi panutan bagi orang lainnya. Artinya melalui keteladananlah pendidikan karakter itu baru bisa benar-benar berjalan sebagimana yang kita harapkan bersama," katanya, di Medan, Jumat.

Ia mengatakan lingkungan sangat menentukan dalam pembentukan karakter seseorang. Jika lingkungan baik maka karakter yang baik dengan sendirinya akan terbentuk pada seseorang, demikian juga sebaliknya jika lingkungan tidak baik maka karakter nya juga akan cenderung tidak baik.

Misalnya jika ingin membiasakan atau menularkan karakter baik pada suatu lembaga atau institusi, maka terlebih dahulu harus dicari sosok yang benar-benar memiliki karakter yang baik untuk dijadikan model atau teladan tentang karakter.

Dengan adanya model atau sosok teladan tersebut, barulah orang lain disekitarnya dapat mencontoh atau meniru pribadi sosok tersebut. Dengan demikian kedepannya karakter tersebut bisa menjadi budaya di lembaga atau institusi tersebut.

"Inilah yang saya maksud mengapa karakter itu tidak bisa diajarkan hanya melalui ceramah, melainkan harus ditularkan, dilatihkan dan dicontohkan melalui sosok seseorang. Apalagi sosok tersebut adalah pimpinanannya sendiri tentunya pendidikan karakter itu akan lebih mudah menjadi budaya," katanya.

Pengamat pendidikan Universitas Sumatera Utara (USU) Zulnaidi Mhum mengatakan pembentukan karakter seseorang tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan harus dilakukan sejak usia dini.

Jika karakter sudah terbentuk sejak usia dini, maka tidak akan mudah untuk mengubah karakter seseorang. Apabila anak sedari kecil sudah dilatih sopan santun maka sifat tersebut akan terbawa sampai tua.

"Pendidikan karakter diharapkan dapat membangun kepribadian bangsa. Membawa negara ini menjadi negara yang maju dan disegani," katanya.

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga