Kamis, 18 Desember 2014

Pembayaran tunai dominasi pembelian apartemen di Jakarta

| 1.281 Views
id apartemen jakarta, apartemen, rusunami, rumah susun, kredit rumah
Pembayaran tunai dominasi pembelian apartemen di Jakarta
Dokumen foto pembangunan apartemen di DKI Jakarta. (ANTARA/Nino Halen)
"Kredit pemilikan apartemen dipandang lebih ribet."
Jakarta (ANTARA News) - Para pembeli apartemen di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta didominasi kalangan yang menggunakan metode pembayaran tunai bertahap (cash installment) karena mereka nilai lebih tidak merepotkan dibanding metode kredit pemilikan apartemen (KPA).

"Mengapa banyak yang tidak memakai KPA? Adalah karena KPA dipandang lebih ribet," kata Associate Director Research Colliers International, Ferry Salanto, dalam acara paparan perkembangan sektor properti kuartal I 2012 di Jakarta, Senin.

Menurut Ferry, para pembeli lebih tidak memilih KPA lantaran tidak ingin direcoki  berbagai persyaratan, seperti harus membuka rahasia pribadi menyangkut tingkat penghasilan mereka.

Selain itu, lanjutnya, para pembeli juga lebih memilih metode pembayaran tunai bertahap karena dinilai lebih mudah atau tingkat fleksibilitasnya lebih tinggi.

Berdasarkan data survei yang dihimpun Colliers International ditemukan bahwa mereka yang membeli apartemen secara tunai bertahap mencapai 55 hingga 70 persen dari keseluruhan pembeli, yang berkisar dari segmen bawah hingga atas.

Para pembeli bermetode KPA tercatat sekira 10 hingga 20 persen, yakni masih di bawah para pembeli yang menggunakan metode tunai langsung (hard cash) yang berkisar antara 20 hingga 30 persen.

Ferry juga mengungkapkan, hal yang menarik adalah pembayaran melalui KPA berarti juga tidak diminati oleh para pembeli apartemen  rumah susun sederhana milik (rusunami).

"Padahal, unit ini awalnya merupakan proyek subsidi pemerintah yang diperuntukkan bagi kalangan berpenghasilan rendah-menengah," katanya.

Menurut dia, hal itu dapat mengindikasikan bahwa terdapat penyimpangan target sasaran untuk pemilik rusunami karena fakta yang ditemukan memperlihatkan banyak dari pembeli adalah para investor.

Mengenai lebih besarnya pembeli apartemen yang menggunakan metode bayar tunai dibanding KPA, ia menambahkan bahwa pembeli dari kelas menengah-atas memiliki kapabilitas finansial yang kuat, dan mereka tidak ingin direpotkan dengan berbagai prosedur perbankan.
(T.M040/A023)

Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga