Minggu, 21 Desember 2014

KPK: tidak ada penghilangan barang bukti

| 1.419 Views
id kasus gratifikasi, lapangan menembak PON XVIII, Riau
KPK: tidak ada penghilangan barang bukti
Kasus PON Eka Darma Putra Kasi Sarana dan Prasarana Dispora Provinsi Riau Faisal Aswan usai menjalani pemeriksaan di gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau, Pekanbaru, Rabu (4/4) malam. KPK telah menetapkan empat tersangka kasus suap Gratifikasi Proyek Pembangunan venue PON dan kini tersangka telah dipindahkan ke Mapolda Riau. (FOTO ANTARA/Fachrozi Amri)
Untuk saat ini ada enam anggota DPRD Riau yang kami periksa secara serentak. Statusnya masih saksi.
Pekanbaru (ANTARA News) - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan tidak ada penghilangan barang bukti terkait kasus grativikasi revisi Perda No.6/2010 tentang penambahan anggaran pembangunan lapangan menembak Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XVIII/2012, yang melibatkan beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau.

"Untuk saat ini ada enam anggota DPRD Riau yang kami periksa secara serentak. Statusnya masih saksi," kata Ketua tim penyidik yang enggan diketahui namanya ketika ditanya ANTARA News, di ruang Catur Prasetya, Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Riau, di Pekanbaru, Rabu siang.

Keenam anggota DPRD Riau yang dimaksud yakno HM Roem Zen, Tengku Muhazza, Abubakar Siddik, Indra Isnaini, Taufan Andoso Yakin dan Turoechan Asyari. Sampai saat ini (17.00 WIB-red) mereka masih menjalani pemeriksaan penyidik KPK.

Keenam wakil rakyat yang tergabung dalam Komisi D DPRD Riau ini diperiksa di ruang Catur Prasetya SPN Polda Riau di Pekanbaru, terkait pengembangan dugaan kasus gratifikasi terkait revisi Peraturan Daerah (Perda) No.6/2010.

Perda tersebut telah disahkan secara bersama para wakil rakyat di paripurna. Perda ini juga menyebutkan, penambahan anggaran untuk proyek tersebut yakni sebesar Rp19 miliar.

Para wakil rakyat dari berbagai fraksi yang juga tergabung dalam Panitia Khusus (Pansus) revisi Perda No.6/2010, itu terpantau datang secara bergelombang dimulai oleh HM Roem Zen, kemudian Tengku Muhazza, Abu Bakar Siddik, Indra Isnaini, Taufan Andoso Yakin, dan terakhir Turoechan Asy`ari.

Pada kasus ini, penyidik KPK juga sebelumnya telah menetapkan sebanyak empat tersangka, yakni Faisal Aswan dan Muhammad Dunir (juga anggota Komisi D yang membidangi masalah pengadaan fasilitas penunjang PON) dan satu pegawai Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau atas nama Eka Dharma Putra serta satu dari PT Pembangunan Perumahan (PT PP) bernama Rahmad.

(KR-FZR)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga