Selasa, 23 Desember 2014

Sidang perdana pemerkosaan dalam angkot emosional

| 1.173 Views
id perkosaan dalam angkot, perkosaan bergilir, tersangka perkosaan
Palu, Sulawesi Tengah (ANTARA News) - Tangisan terdakwa dan korban warnai sidang perdana kasus pemerkosaan siswi SMA di dalam angkot di Pengadilan Negeri Palu, Rabu.

Terdakwa Safar (16), menangis sesaat sebelum digelandang petugas memasuki ruang persidangan. Terdakwa menangis sambil mengusap kepala ayahnya yang juga turut meneteskan air mata.

Demikian juga dengan korban yang menangis sambil meronta-ronta usai menjalani persidangan yang dilakukan secara tertutup untuk umum.

Ibu korban yang juga tak kuasa menahan air mata memeluk anaknya sambil berjalan menuju salah satu ruang di Pengadilan Negeri Palu.

Tangisan korban itu pecah karena terdakwa Santo (16) menyangkal kesaksian korban dalam sidang yang dipimpin hakim tunggal Romel F Tampubolon.

Bahkan, hakim Tampubolon juga turut menenangkan korban agar tetap tabah menghadapi cobaan. Tampubolon juga meminta keluaga atau pendamping korban untuk menyediakan psikolog karena korban saat ini masih mengalami guncangan jiwa.

Persidangan kedua terdakwa dilakukan secara terpisah karena pemberkasan kasusnya berbeda.

Sidang sendiri dijaga ketat polisi untuk menghindari amuk massa dari keluarga korban. Persidangan itu juga mendapat perhatian dari aktivis masyarakat dan organisasi pemuda.

Kedua terdakwa sebelumnya ditangkap aparat Polres Palu pada 12 Februari 2012 dalam persembunyiannya di Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi.

Santo dibekuk polisi pertama kali saat bersembunyi di Desa Mantikole, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi. Sementara Safar ditangkap di Desa Pesaku yang masih berada di wilayah Dolo Barat.

Safar ditangkap berkat informasi dari Santo. Keduanya tidak melakukan perlawanan saat ditangkap polisi.

Kasus pemerkosaan di dalam angkot itu terjadi pada 9 Februari 2012 di Kecamatan Palu Timur.
Korban yang adalah siswi SMA di Kota Palu saat itu naik angkot menuju sekolahnya untuk mengikuti pelajaran tambahan.

Awalnya ada sejumlah penumpang di dalam angkot tersebut namun semua penumpang turun di tujuannya masing-masing, kecuali korban yang masih tertinggal sendirian ditemani sopir dan kernet.

Setelah kedua pelaku menodai korban secara keji, korban dibuang di tepi hutan setempat sampai ditemukan orang. 

(R026)



Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca