Rabu, 17 September 2014

Aceh Tamiang dilanda banjir

Rabu, 11 April 2012 21:58 WIB | 1.207 Views
Aceh Tamiang dilanda banjir
ilustrasi Banjir bandang di Desa Blang Weu Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe, Provinsi Aceh. (ANTARA/Rahmad)
Banda Aceh (ANTARA News) - Sejumlah desa di Kecamatan Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, dilanda banjir bandang, menyusul hujan lebat yang melanda wilayah itu sejak Selasa (10/4) malam.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang Zagusli saat dihubungi dari Banda Aceh, Rabu, mengatakan, untuk membantu warga pihaknya sudah menurunkan tim ke lokasi banjir untuk membantu mendistribusikan bantuan makanan.

"Musibah ini merupakan banjir tahunan yang kerap terjadi di Aceh Tamiang. Untuk mengantisipasi semuanya, kita sudah turunkan tim untuk menekan dampak banjir," ujarnya.

Banjir yang sudah mencapai tiga meter itu melanda tujuh dusun, yakni Adil Makmur-1, Adil Makmur-2, Sumber Rejo, Suka Maju, Suka Mulia, Suka Damai-1 dan Suka Damai-2.

"Luapan air setelah terjadi curah hujan yang melebihi abang batas Selasa malam sekitar pukul 18.45 WIB," katanya.

Banjir menggenangi rumah-rumah penduduk, rumah sekolah, pertanian dan perkebunan rakyat, diperkirakan kerugian mencapai miliaran rupiah. Namun sampai sejauh ini belum ada korban jiwa dalam musibah ini.

Ia menyatakan, warga sudah diungsikan ke tempat yang lebih tinggi guna menghindari terjangan air bah.

Di wilayah Kecamatan Tenggulun, BPBD, SAR dan Tagana membuat dapur umum di desa induk untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang tertimpa musibah, sedangkan Lembaga Advokasi Hutan Lestari (LembAHtari) terus melakukan pantauan kenaikan air bah.

Direktur Eksekutif Lembahtari Sayed Zainal mengatakan, pihaknya terus melakukan analisis terhadap risiko bencana yang ditimbulkan oleh banjir.

Dia mengingatkan agar warga tetap waspada untuk menghindari dampak bencana banjir ini.

Menurutnya, banjir ini disebabkan oleh eskalasi penebangan masa lalu yang kian meningkat di wilayah hulu hingga kini, serta pembukaan lahan untuk alih fungsi terus meningkat dan perubahan cuaca ekstrem yang tidak bisa ditebak oleh Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG).

Sedikit 400 hektare persawahan di wilayah Tenggulun terendam banjir, dipastikan mengalami gagal panen tahun ini.

Selain sawah, banjir juga meluluh lantakkan lahan pertanian palawija. "Untuk tahun ini masyarakat sini gagal panen, termasuk pertanian palawija, seperti cabai, terung, kacang tanah, kacang kedalai dan jagung manis," ujar Kepala Desa Tenggulun Abdullah Sani.

Lebih jauh dikatakan, kerugian yang diderita masyarakat Tenggulun mencapai miliaran rupiah, kecuali itu, sampai sejauh ini tidak terjadi korban jawa.
(T.KR-IRW/Z002)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga