Minggu, 21 Desember 2014

Telkomsel Sulmalirja bangun 1.600 BTS baru

| 1.342 Views
id telkomsel, bts, sulawesi, maluku, irian jaya
Makassar (ANTARA News) - Perusahaan Jasa Telekomunikasi PT Telkomsel Regional Sulawesi, Maluku, dan Irian Jaya (Sulmalirja) akan membangun 1.600 base tranceiver stations (BTS) pada 2012.

"Dengan penambahan BTS sekitar 1.600 lebih itu diharapkan pelayanan bisa lebih maksimal kepada pelanggan," ujar Head of ICT Network Management Sulawesi and Papua Division, Andrias Indra di Makassar, Kamis.

Ia mengatakan, jumlah BTS yang akan dibangun di area Sulmalirja ini sesuai dengan kebutuhan serta pertumbuhan pelanggan yang rata-rata pertumbuhannya lebih dari 10 persen dari jumlah pelanggan atau customer base.

Dengan perampungan lebih dari 1.000 BTS pada akhir Desember 2011 itu menjadikan PT Telkomsel sebagai area yang mengalami pertumbuhan pelanggan dan jaringan tertinggi di area Telkomsel lainnya.

Dia menambahkan, pada 2012 ini diharapkan pertumbuhan terjadi di semua sisi, mulai dari "relationship", BTS, sales, dan juga revenue (pendapatan). Sehingga, jika semua tumbuh maka kejayaan akan terus di pihak Telkomsel.

Dengan penambahan sekitar 1.000 BTS itu, PT Telkomsel Regional Sulmalirja pada 10 April 2012 juga sudah memiliki 5.126 BTS yang terdiri dari unit 2G sebanyak 4.192 dan unit 3G (node-B) sebanyak 934.

Sedangkan target pembangunan BTS regional Sulmalirja pada tahun 2012 ini ditargetkan 1.647 unit yang meliputi jaringan 3G sebanyak 701 unit dan jaringan 2G sebanyak 946 unit.

Secara gamblang dia menyebutkan, untuk membangun baru satu BTS menghabiskan investasi kurang lebih Rp1,5 miliar. Secara keseluruhan, total investasi yang disiapkan tahun ini hampir sama dengan 2011.

Sebelumnya, ia mengaku jumlah pelanggan secara keseluruhan atau customer base PT Telkomsel untuk area Sulmalirja sebanyak 14,6 juta pelanggan.

"Customer base pelanggan untuk area regional ini sudah 14,6 juta dan pertumbuhannya itu juga terjadi pada seluruh layanan produk kami," katanya.

Selain produk secara keseluruhan, pihaknya juga mencatat pertumbuhan yang sama yaitu sekitar 1,6 juta atau 12 persen untuk produk prabayar.

Sedangkan untuk produk pascabayar seperti kartu Halo yang meliputi pelanggan reguler dan korporasi mengalami penurunan sekitar enam ribu pelanggan atau sekitar lima persen. (ANT)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga