Damaskus (ANTARA News) - Suriah mendesak puluhan ribu orang pengungsi yang berlindung di dalam atau di luar negeri karena merebaknya aksi kekerasan untuk kembali ke negaranya seiring pemberlakuan gencatan senjata.

"Kementerian Dalam Negeri menyeru kepada saudara-saudara sebangsa, yang terpaksa mengungsi dari rumah mereka, baik ke daerah-daerah di dalam negeri atau ke negara tetangga, untuk kembali ke rumah, dan mengabaikan berita propaganda yang menyesatkan, " demikian sebuah pernyataan yang disampaikan melalui televisi pemerintah yang dikutip AFP.

Sekitar 25 ribu rakyat Suriah tercatat melarikan diri ke Turki.

Menurut data Badan Pengungsi PBB (UNHCR), antara lima ribu hingga delapan ribu warga Suriah mencari perlindungan di Yordania dan 16 ribu orang di Lebanon.

Sedangkan jumlah orang yang mengungsi di dalam negeri tidak diketahui.

Kondisi Suriah tenang pada Kamis, setelah Damaskus menyatakan akan menghentikan operasi militer terhadap pemberontak saat fajar, hari yang ditetapkan oleh utusan perdamaian Liga PBB-Arab Kofi Annan sebagai tenggat waktu untuk melaksanakan gencatan senjata yang mengakhiri 13 bulan pertumpahan darah.G003