Selasa, 23 September 2014

"The Raid" merambah dunia komik

Sabtu, 14 April 2012 22:25 WIB | 1.113 Views
Film The Raid karya Gareth Huw Evans meraih penghargaan spesial dalam Jogja-Netpac Asian Film Festival 2011 karena mempromosikan pencak silat melalui sinema (atthecinema.net)
Jakarta (ANTARA News) - Merantau Films dan Penerbit Mizan meluncurkan komik adaptasi dari film laga Indonesia "The Raid" yang telah meraih banyak prestasi, seperti dalam ajang Festival Film Toronto Festival dan Festival Film Sundance 2012.

"Adaptasi film ke komik `The Raid` ini merupakan yang pertama kalinya di Indonesia," kata Produser Film "The Raid" Ario Sagantoro dalam acara peluncuran komik "The Raid" di Mal Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, kehadiran komik yang diadaptasi oleh Rony Amdani dan digambar oleh John G. Reinhart tersebut sekaligus bertujuan untuk membangkitkan kembali gairah dunia perkomikan di Indonesia yang selama ini didominasi oleh komik luar negeri dari Jepang dan AS.

"Kita butuh momentum dan kami pikir saat ini adalah waktu yang tepat," katanya.

Menanggapi masalah peluncurannya yang masih dalam kisaran waktu pemutaran film "The Raid", produser yang akrab disapa Toro itu mengaku tidak khawatir.

"Justru karena masih dalam suasana demam `The Raid` kami rasa orang akan tertarik untuk membacanya," katanya.

Sementara itu, pengadaptasi naskah film "The Raid" ke dalam komik, Rony Amdani mengatakan ada satu adegan dalam komik yang tidak terdapat dalam film.

"Saya tidak akan menyebutkan halamannya, tetapi itu merupakan pengembangan dari salah satu adegan di film. Silakan dibaca sendiri," katanya.

Menurut Rony, kesulitan utama dalam proses adaptasi itu adalah pemindahan adegan film bedurasi 102 menit menjadi 120 halaman dalam komik.

"Untungnya selama proses produksi ini kami didukung oleh tim yang hebat dan Gareth h. Evans sebagai sutradara dan penulis naskah asli selalu memberi masukan," katanya.

Ia juga mengatakan alasan format hitam putih dalam komik dipilih untuk mereduksi nuansa sadis dan berdarah-darah yang tergambar dalam film.

"Komik dan film berbeda, kesan sadis akan lebih terpatri dalam gambar jika kami menggunakan warna," katanya.

"Selain itu, di dalam film juga tidak terlalu banyak `toning` atau pewarnaan sehingga kami pikir format hitam putih sangat tepat untuk komik," tambahnya.

Menurut pihak Mizan, yakni Editor Komik "The Raid" Andityas, komik tersebut dicetak sebanyak sepuluh ribu eksemplar sebagai pembukaan dan telah berada di daftar tunggu untuk cetakan kedua.
(A060)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga