Minggu, 21 Desember 2014

RTC, dari mahasiswa untuk kampus

| 1.248 Views
id radio komunitas, RTC, universitas indonesia,
Jakarta (Antara News) -- “Menurut gue komunitas itu sekumpulan individu yang punya visi sama.”  Ini kata Saurin, mahasiswa komunikasi, Universitas Indonesia.

Sama-sama ingin mengembangkan teknologi penyiaran dan telekomunikasi, sejumlah mahasiswa menyatu untuk bergabung dalam Radio Telekomunikasi Cipta (RTC) UI FM, radio komunitas di Universitas Indonesia.

RTC juga menjadi tempat belajar mahasiswa yang tertarik penyiaran.

Menempati ruangan kecil di Fakultas Teknik dan sepenuhnya dikelola mahasiswa, RTC UI FM berdiri awal 90-an atas prakarsa beberapa mahasiswa teknik yang tertarik menggeluti radio engineering.

Semula bernama Radio Teknik Club dan menempati frekuensi 94,7 FM, RTC lalu mengubah frekuensi menjadi 107,9 FM dengan pemancar berdaya maksimal 1 KW yang memungkinkannya hanya didengar di kampus UI dan sekitarnya.

Mengenai awak radioa ini, Lisa, mahasiswi Prancis, menerangkan bahwa sekarang ini sekitar 100 orang menjadi anggota aktif RTC UI FM.  Asal mereka pun tak hanya dari jurusan penyiaran, tapi juga dari fakultas-fakultas lain.

Tak lari dari khitahnya, radio ini tentu saja mengangkat topik-topik kehidupan seputar kampus.

“Kita juga mengangkat isu-isu yang lagi berkembang di publik. Tapi nggak cuma diangkat, kita kritisi juga. Ya, edutainment-lah” kata Saurin yang bergabung sejak 2009.

Menyasar mahasiswa, RTC mengudara mulai jam 7 pagi, sampai pukul 12 tengah malam.

Jadwal siaran diatur agar tak bentrok dengan kegiatan utama anggotanya, kuliah.

Meski radio kampus, pengelolaan RTC mengadaptasi radio swasta. Bedanya, hari siaranya hanya Senin sampai Sabtu, sementara hari Minggu libur mengikuti seperti halnya kuliah yang libur di hari itu.

Hari Sabtu siaran juga tak penuh, hanya sampai sore.

Radio ini juga kerap mendapat suntikan dana, tapi itu semua masuk kas dan hanya untuk kelangsungan komunitas.

Radio identik dengan musik, dan karena murni dikelola mahasiswa, pilihan musik yang diputar di RTC adalah yang diminati pendengar remaja dan dewasa muda.  Umur-umur mahasiswa ke bawahlah.

Konsep radio komunitas menguntungkan RTC karena mereka bisa independensi dalam memutar lagu. Radio ini juga konsisten memutar lagu-lagu indie yang mungkin tak ada di radio swasta.

“Kita di sini muterin lagu-lagu indie, baik lagu Barat maupun musik dalam negeri. Nggak semuanya indie sih, ada juga yang mainstream,” kata Manda, mahasiswi Sastra Prancis yang juga Music Director di radio ini.

Pilihan lagu diselaraskan dengan pilihan musik mahasiswa.

Sayang, ternyata tak banyak warga sekitar yang mengetahui keberadaan radio komunitas ini.

RTC sadar soal ini.  Untuk menjaring pendengar lebih banyak lagi, RTC menyediakan live-streaming melalui situs resmi ui.ac.id.  Jejaring sosial tak luput dimanfaatkan.

“SMS-line kita jarang banget terisi. Sekarang udah zamannya Twitter sih, jadi pendengar ngirim atensi atau request lagu lewat tweet,” kata Manda.

Tak hanya cuap-cuap di udara, RTC juga rutin menggelar beberapa event musik yang diakrabi mahasiswa UI, yaitu backstage dan livecoustic.

Yang tampil adalah band-band kampus yang sebelumnya telah diaudisi.

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga