Jumat, 19 Desember 2014

Mensos: perlu strategi baru atasi bencana sosial

| 1.357 Views
id kementerian sosial, bantuan sosial, menteri sosial, bencana sosial
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mengatakan perlu strategi baru dalam mengatasi bencana-bencana sosial, seperti konflik antarwarga yang terjadi di daerah sebab kearifan lokal dinilai sudah mulai langka.

"Kearifan lokal sudah mulai langka, tidak semua daerah punya tokoh-tokoh masyarakat yang mau didengar dan bisa mengatasi masalah. Maka perlu dicari strategi-strategi baru untuk mengatasi bencana sosial," kata Menteri Sosial saat mengunjungi Kantor Berita Antara di Jakarta, Kamis.

Mensos mencontohkan, misalnya membuat program-program yang bisa mempererat hubungan antarmasyarakat. Selain itu bisa saja menumbuhkan peran dan pemikiran anak-anak muda untuk mendamaikan permasalahan di kampung mereka.

"Kalau orang tua meraka yang berkonflik, kita rangkul anak-anak muda untuk mendamaikan karena bisa saja muncul pemikiran dari anak-anak muda ini yang bisa mendamaikan konflik," katanya.

Mensos mengatakan, bencana sosial berupa konflik-konflik antarwarga, kerusuhan massa dan lainnya menjadi kekhawatiran tersendiri dan perlu penanganan yang tepat agar tidak melemahkan keutuhan bangsa.

Menurut Salim Segaf, banyak bencana sosial yang terjadi hanya karena masalah sepele, seperti pemilihan kepala kampung dan penentuan batas wilayah desa tapi membesar menjadi konflik yang bisa menimbulkan kerusakan bahkan hilangnya nyawa.

Kementerian Sosial mendata terdapat 170 titik daerah rawan bencana sosial di seluruh Tanah Air. Untuk menangani bencana sosial, Kementerian Sosial mempunyai program keserasian sosial dengan menurunkan 100 Pelopor Perdamaian.

Menteri mengakui bahwa belum semua titik daerah rawan bencana sosial memiliki Pelopor Perdamaian. Karena itu diharapkan bukan hanya Kementerian Sosial yang menangani masalah tersebut tapi juga perlu partisipasi semua pihak.

Untuk program Keserasian Sosial, Kementerian Sosial mengucurkan dana sebesar Rp120 juta untuk setiap desa yang digunakan untuk membuat program bersama seperti memperbaiki rumah tidak layak huni, membantu anak-anak tidak mampu dan lansia terlantar.

"Misalnya saja suku yang satu memperbaiki rumah warga lain. Dalam pemikiran siapapun tidak akan ada yang mau membakar rumah yang dibangunnya sendiri," tambah Mensos.

Lebih lanjut Mensos mengatakan, semua masalah sosial tidak bisa diselesaikan dengan uang tapi dengan kemanusiaan bertitik temu pada saling tolong-menolong dan menghormati.
(D016)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga