Minggu, 31 Agustus 2014

Strategi Panasonic menuju perusahaan ramah lingkungan

Kamis, 19 April 2012 21:14 WIB | 1.586 Views
Jakarta (ANTARA News) - PT. Panasonic Gobel Indonesia melancarkan dua strategi jitu menuju perusahaan ramah lingkungan pada 2018 yaitu inovasi teknologi ramah lingkungan dan inovasi bisnis ramah lingkungan.

Vice President Panasonic Gobel Indonesia Rinaldi Sjarif mengatakan inovasi teknologi ramah lingkungan seperti meluncurkan produk-produk elektronik dengan menggunakan materi daur ulang dan teknologi terbaru Panasonic untuk menekan emisi CO2.

Inovasi bisnis ramah lingkungan yaitu mengurangi berbagai hal yang merugikan lingkungan seperti mengimplemntasikan produksi daur ulang dan meminimalisir sampah.

"Panasonic menggantikan senyawa CFC pada freon AC dengan senyawa R410A yang ramah lingkungan sehingga tidak menyebabkan lubang pada lapisan ozon," katanya ketika menggelar jumpa media di Climate Change Expo 2012 di Jakarta pada Kamis (19/4).

Inovasi bisnis ramah lingkungan yaitu mengurangi berbagai hal yang merugikan lingkungan seperti mengimplementasikan produksi daur ulang dan meminimalisir sampah.

Tak hanya itu, Panasonic juga menyemat beberapa fitur mutakhir seperti teknologi Inverter, Econavi dan Nanoe-G pada produk-produknya yaitu AC, kulkas dan mesin cuci.

Teknologi Inverter mampu mengurangi konsumsi listrik bila adanya aktivitas pendinginan yang berlebih dan terlalu lama sehingga memastikan pencegahan pemborosan listrik dan menghindari konsumsi energi. Fitur Nanoe-G mengeluarkan ion-ion melalui AC untuk melumpuhkan virus dan bakteri yang bersarang di perangkat rumah.

"Umumnya AC hanya memfilter udara-udara yang kotor seperti asap rokok tapi Nanoe-G juga melumpuhkan bukan mematikan virus atau bakteri di karpet atau meja," kata Product marketing AC M Taufiqul Furqon.

Tahun ini, Panasonic Gobel Indonesia untuk kedua kalinya kembali berpartisipasi dalam Climate Change Expo 2012 untuk memperkenalkan bisnis yang dilandasi  inovasi produk teknologi tinggi tapi ramah lingkungan.
(adm)




Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca