Jumat, 19 Desember 2014

Kenangan Dahlan Iskan tentang Widjajono Partowidagdo

| 2.992 Views
id widjajono partowidagdo, wakil menteri esdm meninggal dunia, gunung tambora, pendakian gunung
Kenangan Dahlan Iskan tentang Widjajono Partowidagdo
Almarhum Wakil Menteri ESDM, Widjajono Partowidagdo, pada diskusi Polemik Problem BBM di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (7/1). Dia senantiasa menegaskan kepentingan penghematan energi secara nasional. Indonesia dulu eksportir minyak dunia namun sejak lama menjadi importir netto minyak sehingga keluar dari keanggotaan OPEC. (FOTO ANTARA/Agung Rajasa)
... beliau kelihatan jengkel kalau ada orang sok tahu mengenai perminyakan padahal tidak pernah mendalami soal minyak...
Jakarta (ANTARA News) - Kali ini kenangan tentang seorang Widjajono Partowidagdo dari koleganya di Kabinet Indonesia Bersatu II. Adalah Menteri BUMN, Dahlan Iskan, yang menilai almarhum wakil menteri ESDM itu sebagai sosok berpendirian teguh.

"Almarhum termasuk orang yang memegang prinsip dengan kuatnya. Yang menjadi haknya akan dia tuntut sampai berhasil. Tapi kalau bukan haknya ia tidak akan mau menerima," kata Iskan, dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu malam.

Dia memberi ilustrasi tentang mobil dinas sebagai wakil menteri yang menjadi hak almarhum dalam kapasitasnya di kabinet pemerintahan itu. "Tapi dia akan menolak menerima honor tertentu karena merasa bukan haknya," ujarnya.

Iskan mengapresiasi sosok Partowidagdo, salah satu putra terbaik bangsa, yang meninggal dunia pada Sabtu siang saat mendaki Gunung Tambora, NTB.

Menurut Iskan, pertemuannya yang terakhir dengan Partowidagdo adalah saat Sidang Kabinet Terbatas, di Kantor Kepresidenan, Kamis (19/4). "Sidang Kabinet Terbatas membahas pelaksanaan APBN-P yang dipimpin Presiden SBY," ujarnya.

Saat itu Partowidagdo hadir mewakili menteri ESDM yang berhalangan hadir masih seperti biasa saja.

Dia mengingat, sebelum sidang dimulai Widjajono terlihat menjelaskan sesuatu kepada Wakil Presiden, Boediono. "Selanjutnya beliau mendatangi saya menjelaskan hal yang sama yaitu meminta dukungan untuk idenya mengenai BBM," ujar Iskan.

Dalam perbincangan itu Partowidagdo menuturkan, BBM yang diimpor sekarang ini sudah bukan premium lagi sehingga sebenarnya wajar harganya sedikit lebih tinggi.

"Yang diimpor sekarang ini sudah lebih tinggi mutunya dibanding premium yang lalu. Ini karena premium model lama sudah tidak diproduksi lagi," ujarnya mengutip Partowidagdo.

Akan tetapi ditambahkan Iskan, pembicaraannya dengan Partowidagdo terputus sesaat setelah Presiden SBY memasuki ruangan sidang. Selanjutnya ketika jeda makan siang, dia tidak satu meja makan dengan Partowidagdo sehingga tidak ada kontak lagi.

Terkait hobi almarhum Partowidagdo mendaki gunung, dia mengatakan mendapat cerita dari yang bersangkutan bahwa sudah mendaki beberapa gunung di Indonesia termasuk di luar negeri.

Dia juga mengapresiasi Partowidagdo yang memegang prinsip kuat terutama soal pekerjaan. "Beliau kelihatan jengkel kalau ada orang sok tahu mengenai perminyakan padahal tidak pernah mendalami soal minyak," katanya.

Sebagai guru besar perminyakan, penulis buku tentang minyak dan sebagai ahli yang selalu dipercaya perusahaan-perusahaan minyak kelas dunia, Partowidagdo merasa ilmunya dilecehkan orang-orang yang tiba-tiba saja seperti ahli minyak di layar televisi.

(R017)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga