Selasa, 2 September 2014

Menanamkan kebiasaan membuang sampah lewat dongeng

Senin, 23 April 2012 14:34 WIB | 1.062 Views
Jakarta (ANTARA News) - Banyak kebiasaan baik bisa ditanamkan sejak usia dini dengan berbagai cara. Kali ini, kampanye Gerakan Membuang Sampah (GEMAS) kembali dilancarkan atas kerja sama Danone Aqua (Aqua Group), LKBN ANTARA, Indonesian Business League (IBL) melalui acara Dongeng Gemas bagi murid-murid tiga SD di Jakarta.

Dongeng tentang membuang sampah secara baik dan terus-menerus serta kebiasaan hidup bersih diutarakan dari Kak Siddik, seorang pendongeng yang mendedikasikan diri bagi pendidikan anak-anak. Selain berkampanye, aktivitas mendongeng ini juga untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei 2012.

Pada masa kini, kebiasaan mendongeng untuk anak-anak sudah cukup langka dijumpai. Menyimak cerita dan larut dalam kisah yang dituturkan pendongeng memberi anak-anak kemampuan imajinatif, kognitif, dan keunggulan analisis. Ini akan berguna bagi anak-anak di kemudian hari.

Yang tidak kalah penting, pendidikan tentang kebiasaan hidup sehat dan bersih itu dialami anak-anak dengan cara menyenangkan bagi mereka.

Tiga sekolah dasar terpilih di Jakarta itu merupakan sekolah-sekolah yang lokasinya rawan banjir. Mereka adalah SDN Jatinegara 08 Pagi yang akan dikunjungi GEMAS pada 24 April, SDN Klender 03 (25 April), serta MI Al Wathoniyah 06 dan SD Juara ((1 atau 2 Mei nanti).

Program kampanye GEMAS yang ditargetkan untuk pemerintah, NGO, serta masyarakat umum ini, bertujuan untuk membangun kesadaran kepada masyarakat mengenai pendidikan pengelolaan sampah, hingga ke pengelolaan sampah yang benar kepada masyarakat.

Sesuai dengan semangat kampanye ini, pemilihan kampanye GEMAS di beberapa SD itu karena pendidikan mengenai pengelolaan sampah dapat dilakukan sejak usia dini agar dapat menciptakan perilaku hidup bersih dan sehat.

Pendekatan melalui dongeng dirasa paling tepat karena akan lebih diminati anak-anak, supaya pesan yang disampaikan oleh kampanye GEMAS dapat tersalurkan secara baik.

(M048)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga