Kamis, 18 Desember 2014

25 teolog dunia pelajari adat masyarakat lereng Merapi

| 1.049 Views
id masyarakat lereng gunung merapi, teolog dunia, ecumenical association of third world theologians, atas masyarakat lereng merapi
25 teolog dunia pelajari adat masyarakat lereng Merapi
Kubah lava Gunung Merapi yang terbentuk akibat erupsi tahun 2010 dipandang dari Desa Ngargosoko, Dukun, Magelang, Jawa Tengah (ANTARA/Anis Efizudin)
Sleman (ANTARA News) - Sebanyak 25 teolog dari 17 negara yang tergabung dalam Ecumenical Association of Third World Theologians atau EATWOT pada Selasa mengunjungi lereng Gunung Merapi di Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk mempelajari adat masyarakat setempat.

"Kami ingin mengetahui secara langsung bagaimana masyarakat lereng Gunung Merapi hidup damai dengan alam sekitar mereka," kata Koordinator EATWOT Regional Asia Nunuk Prasetyo Murniati.

Setelah mengamati budaya tradisional dan lokal spiritual masyarakat lereng Gunung Merapi, kata Nunuk, para tokoh agama akan merumuskan pemikiran tentang ekologi alam semesta dari sudut pandang keagamaan.

"Kami ingin mengetahui bagaimana manusia memandang ekologi, yang meliputi hubungan antara manusia dengan alam, kami juga akan memberikan pandangan-pandangan keagamaan tentang alam dan kehidupan," katanya.

Menurut dia, ada 25 teolog yang mengunjungi lereng Merapi. Mereka antara lain berasal dari Indonesia, Myanmar, Filipina, India, Kenya, Brazil, dan Argentina.(V001)



Editor: Maryati

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca