Sabtu, 1 November 2014

Puluhan perahu di sungai Bengawan Solo kandas

| 1.010 Views
id sungai bengawan solo, perahu kandas, permukaan air sungai bengawan solo surut
Bojonegoro (ANTARA News) - Puluhan perahu penambang pasir dan perahu lainnya di sejumlah desa di Kecamatan Dander, Kalitidu, Trucuk, dan Kota, Bojonegoro, Jatim, kandas yang disebabkan surutnya permukaan air Bengawan Solo di daerah setempat, Selasa.

"Surutnya air Bengawan Solo ada kalau sekitar 2 meter, hanya dalam waktu sehari. Karena mendadak, puluhan perahu penambang pasir juga yang lainnya, langsung kandas," kata seorang pemilik perahu penambangan pasir di Kelurahan Jetak, Kecamatan Kota, Purnomo (54), Selasa.

Ia menjelaskan, surutnya air Bengawan Solo di daerah setempat, mulai, Senin (23/4), tidak sebagaimana biasanya, sebab, terlalu cepat. Setelah warga melakukan pengecekan, ternyata, ada uji coba penutupan pintu bendung gerak Bengawan Solo di Desa Padang, Kecamatan Trucuk.

"Hanya ada dua pintu bendung gerak yang sekarang masih terbuka," katanya, mengungkapkan.

Purnomo mengaku, memiliki empat perahu yang semuanya kandas, namun akhirnya semuanya bisa diseret masuk kembali ke dalam air, setelah mengerahkan sekitar 40 tenaga kerja."Kami kerja bakti semalam suntuk, baru Selasa pagi perahunya bisa masuk ke dalam air," jelasnya.

Menurut dia, dengan kandasnya perahu penambang pasir di sejumlah desa itu, para pekerja pencari pasir, terpaksa berhenti mencari pasir. Karena, para pekerja itu, secara bersama-sama berusaha memasukkan kembali perahunya ke dalam air Bengawan Solo yang jaraknya, berkisar 1 meter hingga belasan meter.

"Itu sejumlah perahu di Desa Ngulanan, dan Ngablak, Kecamatan Dander, masih kandas, ya tidak bisa dimanfaatkan untuk mencari pasir," paparnya, sambil menunjuk kepada sejumlah perahu yang masih kandas di dasar Bengawan Solo yang mengering.

Selain mengakibatkan puluhan perahu kandas, surutnya air juga mengakibatkan dasar Bengawan Solo di sejumlah desa di wilayah setempat terlihat.

Ia menambahkan, para penambang pasir Bengawan Solo, mulai kembali aktif mencari pasir dengan mencari tempat yang mulai dangkal, sejak sepekan terakhir. Ini setelah permukaan sungai terpanjang di Jawa di daerah setempat, mulai surut dibawah bantaran sungai.

Bendung Gerak Bengawan Solo di Desa Padang, Kecamatan Trucuk, lokasinya berada di derah hulu sejumlah desa di Kecamatan Trucuk, Kalitidu, Dander, dan Kota.

Proyek pembangunan bendung gerak Bengawan Solo yang didanai bank dunia Rp360 miliar tersebut, dikerjakan sejak Mei 2009. Memiliki luas bentang 504 meter dan tujuh buah pintu yang masing-masing lebarnya 17,5 meter dengan tipe "radial gate".
(KR-SAS/E001)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga