Minggu, 21 Desember 2014

Gubenur Kalteng nilai BPH Migas tidak adil

| 1.063 Views
id bph migas, gubernur kalteng
Palangka Raya (ANTARA News) - Gubenur Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang menilai Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) tidak bersikap adil karena permintaan penambahan kuota BBM dari Pemprov Kalteng tidak pernah dipenuhi, justru sebaliknya dikurangi.

"Kuota berkurang banyak sedangkan permintaan BBM begitu luar biasa, yang bisa pemicu terjadinya konflik lantaran antrean kendaraan di SPBU yang semakin tak terbendung," kata Teras Narang di Palangka Raya, Selasa.

Gubernur merasa tidak hanya BPH Migas saja yang berlaku tidak adil terhadap Kalteng, namun juga pemerintah pusat.

Dengan kondisi yang begitu sangat memprihatinkan, katanya, akan membuat masyarakat di Bumi Tambun Bungai, Kalteng, itu menderita.

Pemprov Kalteng sudah sebanyak tiga kali minta tambahan kuota BBM dengan melayangkan surat, tapi tak pernah digubris sama sekali, yang terakhir Maret 2012 sebanyak 314.778 kiloliter premium.

Kuota premium untuk Kalteng pada 2012 sebesar 263.784 kiloliter yang turun jumlahnya dibandingkan 2011 sebesar 271.895 kiloliter.

Untuk itu ia minta Sekda Kalteng, Siun Jarias, memimpin tim teknis untuk menanyakan penurunan kuota tersebut dan menyampaikan hasil pertemuan pada Jumat mendatang.

Guna menyikapi pengurangan kuota BBM di Kalteng, Teras Narang akan menyiapkan surat edaran kepada para PNS di daerah setempat untuk menghemat BBM apabila melakukan perjalanan dinas.

Selain itu juga segera menerbitkan surat instruksi kepada pemerintah kabupaten/kota untuk mengawasi perusahaan perkebunan, kehutanan dan pertambangan agar tidak menggunakan BBM bersubsidi.

Tim teknis diminta untuk menetapkan harga eceran tertinggi BBM yang dijual di pinggir jalan, untuk menciptakan suasana yang lebih tertib.

Tidak hanya itu saja, hendaknya antrean panjang kendaraan di SPBU dapat dibatasi, agar tidak mengganggu lalu lintas atau menimbulkan kemacetan terutama di jalan-jalan protokol.

Ia berharap masyarakat dapat menyikapi hal ini dengan bijak dan bisa menjaga selalu kondisi yang aman agar tidak terjadi konflik karena pihaknya tetap berupaya untuk berbuat semaksimal mungkin, guna mengatasi permasalahan yang terjadi. (TVA/A023)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga