Jumat, 31 Oktober 2014

sdn jatinegara 08 pagi terbantu kampanye gemas

| 1.018 Views
id kampanya gerakan mengelola sampah, gemas, gerakan membuang sampah, sdn jatinegara 08 pagi, dongeng boneka, dongeng kak sidik
Jakarta (ANTARA News) - Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jatinegara 08 Pagi Jakarta terbantu dengan kampanye Gerakan Mengelola Sampah (GEMAS) dalam pendidikan lingkungan bagi para murid.

"Kami senang dengan kegiatan ini karena dapat meningkatkan imajinasi, ilmu pengetahuan, kecerdasan intelektual, emosional, dan sosial para murid," kata Kepala Sekolah SDN Jatinegara 08 Pagi, Ely Yuniarti, tentang kegiatan dongeng boneka GEMAS oleh Kak Sidik di sekolah itu, Selasa.

Ely mengatakan penyampaian pesan pemilihan sampah, organik dan anorganik, yang dikemas melalui dongeng boneka GEMAS dan permainan lebih mudah diterima para muridnya.

"Belum ada kegiatan semacam ini sebelumnya di sekolah kami," kata Ely seraya mengatakan format dongeng boneka dapat diikuti para guru ketika menyampaikan pesan lingkungan kepada siswa-siswi di kelas.

Ely mengharapkan akan ada perubahan perilaku para murid dalam memilah dan membuang sampah dengan benar setelah mendengar dongeng boneka dari Sidik Budianto itu.

"Kami juga ada materi tentang lingkungan dalam materi Pendidikan Lingkungan dan Budaya Jakarta sebagai materi muatan lokal," kata Ely.

Kampanye Gerakan Mengelola Sampah (GEMAS) di SDN Jatinegara 08 Pagi merupakan program kerjasama PT Danone AQUA, Indonesia Business League, dan Perum LKBN Antara yang juga diselenggarakan di dua sekolah dasar lain yaitu SDN Klender 03 dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Wathoniyah 06.

"AQUA berupaya mengedukasi dan menginspirasi masyarakat tentang pengelolaan sampah yang benar," kata Direktur Departemen Pengembangan Keberlanjutan AQUA Danone Group, Sonny Sukada.

Sonny mengatakan kegiatan dongeng GEMAS di sejumlah sekolah dasar merupakan salah satu edukasi yang mengarah pada pendidikan dini.

"Ketiga sekolah itu dipilih karena berada di lokasi pemukiman padat," kata Sonny. (I026)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga