Jakarta (ANTARA News) - Dua PSSI yaitu versi Kongres Luar Biasa (KLB) Ancol dan PSSI Djohar Arifin Husin memenuhi panggilan Tim Task Force AFC yang salah satu tujuannya menyelesaikan polemik di tubuh federasi sepak bola Indonesia.

Pertemuan dua PSSI bersama Tim Task Force AFC dilakukan di Hotel Ritz Carlton, Bukit Bintang, Malaysia, Selasa.

PSSI versi KLB diwakili Hinca Panjaitan dan Djoko Driyono, sedangkan PSSI Djohar diwakili Farid Rahman dan Sekjen PSSI Tri Goestoro.

"Pertemuan tidak dilakukan bersamaan. Kami (PSSI versi KLB) bertemu pukul 12.00 hingga pukul 14.00 waktu setempat," kata Direktur Media PSSI versi La Nyalla Mattalitti, Azwan Karim.

Menurut dia, Tim Task Force AFC dalam pertemuan sekitar dua jam itu menyambut baik semua data yang dibawa delegasi PSSI versi KLB Ancol termasuk keabsahan anggota-anggotanya. Hanya saja hingga kini belum ada rekomendasi apa pun.

"Alhamdulillah mereka (Tim Task Force AFC) sangat menghargai kita soal itu," kata Azwan menambahkan.

Tim Task Force AFC beranggotakan empat orang yaitu Wakil Presiden AFC Pangeran Abdullah Ibnu Ahmad Sultan Shah, Sekjen AFC Alex Soosay, Anggota EXCO AFC Dato` Worawi Makudi dan Ketua Hubungan Internasional AFC, James Johnson.

Ketua PSSI versi KLB La Nyalla Mattalitti mengaku KLB yang dilaksanakan 18 Maret di Ancol Jakarta juga menjadi salah satu hal yang dibahas dengan Tim Task Force AFC.

"Intinya PSSI hasil KLB akan segera dilegitimasi," kata La Nyalla Mattalitti kepada wartawan.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PSSI Farid Rahman mengaku pertemuan dengan Tim Task Force AFC dilakukan pukul 15.00 hingga 16.30 waktu setempat di tempat yang sama dengan PSSI versi KLB.

"Poin-poin pertemuan tidak dapat kami sampaikan karena telah disepakati Tim Task Force yang akan merilis hasil pertemuan," katanya.

Menurut dia, PSSI sangat menghargai kinerja Tim Task Force AFC dalam membantu penyelesaikan masalah Indonesia. Pihaknya optimistis ada solusi yang didapat dari pertemuan yang diprakarsai oleh Tim Task Force AFC.
(B016)