Rabu, 27 Agustus 2014

Baru 25 persen potensi air termanfaatkan

Rabu, 25 April 2012 14:57 WIB | 1.687 Views
Semarang (ANTARA News) - Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengakui bahwa pengelolaan sumber daya air di Indonesia selama ini hanya mampu menyentuh sekitar 25 persen dari seluruh potensi air yang dimiliki.

"Patut disyukuri Indonsia dikaruniai oleh Tuhan dengan potensi sumber daya air yang sangat melimpah dengan jumlah total sekitar 3.200 miliar meter kubik setiap tahunnya," katanya di Semarang, Rabu.

Hal tersebut diungkapkannya usai membuka Seminar Nasional Bendungan Besar dan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Komite Nasional Indonesia Untuk Bendungan Besar di Hotel Patrajasa Semarang.

Menurut Djoko, potensi sumber daya air sebesar itu tersebar dalam 7.956 sungai dan 521 danau yang ada di berbagai wilayah Indonesia dengan ketersediaan air secara mantap sekitar 700 miliar meter kubik setiap tahun.

Namun, kata dia, potensi kekayaan sumber daya air sebesar itu di Indonesia selama ini hanya terkelola dengan baik sekitar 25 persennya, sementara 75 persen sisanya turun begitu saja dari sungai dan mengalir ke laut.

"Padahal, sumber daya air yang sangat melimpah itu bisa dimanfaatkan secara baik, misalnya untuk penyediaan air irigasi, air baku untuk rumah tangga, perkotaan dan industri, termasuk untuk energi listrik," katanya.

Ia menyebutkan, potensi sumber daya air untuk tenaga listrik mencapai sebesar 75.000 megawatt, namun sampai saat ini baru dimanfaatkan enam persennya, demikian juga potensi air untuk mikrohidro sebesar 500 megawatt.

Pemenuhan kebutuhan air untuk lahan irigasi seluas 7,2 juta hektare sampai saat ini baru sekitar 11 persennya yang bisa dijamin oleh bendungan atau waduk yang ada, demikian pula untuk kebutuhan rumah tangga dan industri.

Sebenarnya ada tiga masalah besar yang dihadapi dunia, kata dia, yakni masalah pangan, energi, dan air, karena itu melihat potensi sumber daya air yang dimiliki Indonesia mampu mengatasi permasalahan air.

Ditanya kendala dalam pengelolaan sumber daya air, ia mengatakan, aspek sumber daya manusia (SDM) sebenarnya mencukupi dan aspek teknologi juga tidak menjadi kendala karena tukar-menukar teknologi terbuka lebar.

"Hanya saja, dari aspek pendanaan memang memerlukan biaya yang sangat besar. Karena itu, pengelolaan sumber daya air secara optimal ini menjadi tantangan ahli-ahli bendungan yang berkumpul di sini," katanya.

Selain itu, Djoko mengatakan "mindset" (pola pikir) masyarakat Indonesia yang cenderung cinta membangun, namun tidak dengan pemeliharaannya harus diubah untuk menjaga keberlangsungan fasilitas yang dimiliki.
(KR-ZLS)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga