Selasa, 2 September 2014

USAID IFACTS gandeng lima pemda lestarikan hutan

Senin, 30 April 2012 11:06 WIB | 1.364 Views
USAID IFACTS gandeng lima pemda lestarikan hutan
Pembalakan liar di hutan daerah Kalbar. (istimewa)
Ketapang (ANTARA News) - Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) dan Program Bantuan Kehutanan dan Perubahan Iklim Indonesia (IFACS) bersama lima pemerintah daerah di Kalimantan Barat serta sektor swasta di bidang perkayuan menjalin kerja sama dalam upaya melestarikan hutan tropis.

Penandatanganan kerja sama itu dilakukan di Ketapang, Senin, dihadiri oleh pemerintah daerah yang bermitra yakni Kabupaten Ketapang, Melawi, Kayong Utara, Sintang dan Sekadau. Penandatanganan itu juga sekaligus peresmian kemitraan untuk mendukung pengelolaan hutan lestari, pembangunan rendah emisi dan prakarsa bijak penanganan perubahan iklim di Kalbar.

Pihak USAID IFACS berharap kemitraan itu akan mengkoordinasikan berbagai upaya untuk mengurangi penebangan hutan di wilayah Kalimantan sekitar empat juta hektar.

Direktur USAID Glenn Anders mengatakan, dengan kerja sama itu, dapat mencegah penggundulan hutan di Kalbar serta mengurangi konsekuensi pemanasan global.

"Komitmen ini juga dilatari dan dilandasi kemitraan yang sudah terjalin selama 20 tahun," kata Glenn Anders.

Ia melanjutkan, kemitraan tersebut berjalan dengan baik dan ada peningkatan secara signifikan termasuk dalam pengelolannya.

Bupati Ketapang Henrikus yang diwakili Sekda Andi Djamiruddin mengatakan, dalam pengelolaan yang perlu diwaspadai perubahan struktur vegetasi hutan alam oleh industri dengan sistem tebang habis.

Bupati Sintang Milton Crosby yang mewaliki lima daerah mengatakan, dibutuhkan kebijakan yang tepat agar efek rumah kaca dan deforestasi semakin berkurang.

Program USAID IFACS merupakan salah satu prakarsa Kedubes AS di Indonesia dalam bidang lingkungan hidup.

(T011)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga