Sabtu, 30 Agustus 2014

Buruh segel kantor BP Migas di Surabaya

Selasa, 1 Mei 2012 19:21 WIB | 3.162 Views
Surabaya (ANTARA News) - Ratusan buruh dan mahasiswa yang mengatasnamakan Konfederasi Serikat Nasional menyegel pagar Kantor Perwakilan BP Migas Surabaya, Jawa Timur, Selasa, dalam aksi memperingati Hari Buruh se-Dunia.

"Intinya kami tidak menginginkan ada rencana kenaikan bahan bakar minyak. Kenapa anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) selalu dijadikan alasan untuk menaikkan bahan bakar minyak (BBM)," kata orator aksi Andi Peci di hadapan massa.

Tidak hanya berorasi, massa juga membawa poster dan bendera. Diantaranya tuntutan hari libur nasional pada 1 Mei, nasionalisasi aset, hapus kerja kontrak dan outsourching dan beberapa poster lainnya.

Sebuah spanduk bertuliskan "Disegel oleh kaum buruh! Minyak dan Gas untuk Rakyat!" dipasang di pagar.

Polisi dan pegawai BP Migas tidak bisa berbuat banyak menyaksikan massa memasang spanduk dan menyegel pagar kantor.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf sepakat menjadikan hari buruh sebagai hari libur nasional.

"Kami setuju setiap 1 Mei dijadikan hari libur nasional. Terima kasih bagi kaum buruh di Jatim karena bisa kondusif, tenang, serta menjaga situasi perekonomian," kata Gus Ipul, sapaan akrabnya.

Di depan kantor gubernur, aksi massa tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, akan tetapi diwarnai dengan hiburan dangdut dan pemberian macam hadiah.

Selain Gus Ipul, massa ditemui Ketua DPRD Jatim Imam Sunardhi dan Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Hary Sugiri.

Dengan sebuah panggung besar yang dipasang tepat di depan kantor, massa dihibur musik dangdut serta diberi berbagai macam hadiah, seperti sepeda motor, lemari es, televisi, sepeda dan hadiah hiburan lainnya.

Padahal sehari sebelumnya, Gubernur Jatim Soekarwo menolak keras adanya pemberian hadiah ketika aksi massa. Menurut Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur, tidak layak sebuah unjuk rasa disamakan dengan arena gerak jalan.

"Saya tidak pernah dilapori kalau ada pemberian hadiah. Tapi itu tidak benar dan unjuk rasa bukan gerak jalan. Yang penting, massa menuntut dan kami akan fasilitasi untuk selanjutnya disampaikan ke pemerintah pusat," tuturnya.


Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga