Selasa, 2 September 2014

Pasien RSUD Cianjur terpaksa dirawat di lorong

Selasa, 1 Mei 2012 19:31 WIB | 2.845 Views
Cianjur (ANTARA News) - Puluhan pasien rawat inap di RSUD Cianjur, Jawa Barat, yang juga pengguna Jamkesmas, terpaksa mejalani perawatan di lorong ruangan kelas III karena tidak memadainya jumlah tempat tidur yang tersedia.

Tidak cukupnya jumlah tempat tidur dan ruangan kelas III RSUD Cianjur dengan jumlah pasien yang berasal dari pasien tidak mampu, membuat banyak pasien tidak mendapatkan perawatan selayaknya.

Kepala Bidang Keperawatan RSUD Cianjur, Rostiani Dewi, Selasa membenarkan hal tersebut. Ketidakseimbangan jumlah tempat tidur dan ruangan dibanding jumlah pasien, kerap kali terjadi.

"Mereka biasanya terdiri dari pasien Jamkesmas, bahkan kapasitasnya membludak hingga seratus persen," katanya.

Dia mengatakan, jumlah tempat tidur yang tersedia saat ini sebanyak 145 tempat tidur utama dan sebanyak 33 buah tempat tidur cadangan yang ditempatkan di 5 ruangan untuk Kelas III murni dan 3 ruangan kelas campuran.

"Seharusnya, jumlah pasien sekitar 80 persen dari jumlah tempat tidur yang ada. Namun, hingga kini jumlah pasien sudah 160 persen dari jumlah tempat tidur yang ada," ucapnya.

Semakin antusiasnya pasien Jamkesmas berobat ke RSUD Cianjur, tutur dia, menjadi salah satu pemicu membludaknya pasien rawat inap, sehingga menyebabkan terjadinya kekurangan tempat tidur. Terlebih saat ini, tutur dia, ditambah pasien Jaminan Persalinan (Jampersal).

Meskipun demikian, pihaknya tidak membantah pelayanan perawatan terhadap pasien rawat inap, menjadi terhambat dan tidak efektif karena beberapa diantaranya terpaksa ditempatkan di lorong ruangan rumah sakit.

"Kejadian seperti ini, sudah kita alami sejak 2008, dimana pasien Unit Gawat Darurat yang seharusnya masuk ruang perawatan, terpaksa ditahan karena ruangan rawat inap penuh," ucapnya.

Sementara itu, penambahan satu ruangan di Ruang Samolo yang berkapasitas 64 tempat tidur Tahun 2008, kata dia, tidak menjawab persoalan kekurangan ruangan dan tempat tidur.

Pihaknya merencanakan untuk menambah 20 tempat tidur dan membangun satu ruangan baru. Pihak RSUD Cianjur sudah meminta Pemkab Cianjur untuk membangun beberapa ruang baru, namun saat ini belum bisa direalisasikan.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Cianjur yang membidangi kesehatan, Jimmy Perkasa, mengatakan persoalan tersebut memang sudah lama dikeluhkan pasien.

Namun, ucap dia, yang menjadi pemicunya adalah semakin bertambahnya kepercayaan masyarakat miskin berobat ke RSUD Cianjur, dengan fasilitas program Jamkesmas.

"Kami tetap mengingatkan pihak rumah sakit untuk memberikan pelayanan sebagaimana mestinya, meskipun pasien membludak. Sekalipun mereka yang dirawat di lorong, harus mendapatkan perawatan, meskipun tempat yang diberikan tidak layak karena tidak bisa istirahat dengan tenang," katanya.

(KR-FKR/N001) 

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga