Sabtu, 1 November 2014

Investor India jual listrik ke PLN

| 4.182 Views
id pln, investor india, penjualan listrik, pltu mulut tambang, sumsel
Investor India jual listrik ke PLN
Direktur Utama PLN, Nur Pamudji (kanan) dan President Director PT Maddhucon Sriwijaya Power, Nama Krishnaiah (kiri) berbincang usai menandatangani Power Porchase Agreement (PPA) PLTU Sumatera Selatan 7 yang berlokasi di Kecamatan Keluang Kabupaten Musi Banyuasin, Propinsi Sumatera Selatan di PLN Kantor Pusat Jakarta, Selasa (1/5). (FOTO ANTARA/Agus Tri/HO)
Jakarta (ANTARA News) - Investor asal India, Madhucon Project Ltd menjual listrik melalui mekanisme pengembang listrik swasta (indpendent power producer/IPP) seharga 5,8099 sen dolar AS per kWh ke PT PLN (Persero).

Dirut PLN Nur Pamudji dalam siaran pers di Jakarta, Selasa, mengatakan penjualan listrik tersebut menjadi yang pertama dilakukan IPP asal India.

"Investor India itu akan membangun PLTU Mulut Tambang Sumsel 7 berkapasitas 2 x 150 MW di Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumsel, yang produksi listriknya dijual ke PLN," katanya.

Sebelumnya PLN telah bekerja sama dengan perusahaan asal AS, Jepang dan China.

Madhucon Project Ltd bermitra dengan Madhucon Sugar & Power Industries Ltd dan PT Madhucon Indonesia membangun PLTU Sumsel 7 itu.

Penandatanganan "power purchase agreement" (PPA) ditandatangani pada Selasa oleh Nur Pamudji dan Presdir PT Madhucon Sriwijaya Power, N Krishnaiah, selaku perwakilan konsorsium pengembang.

Menurut Nur, biaya investasi pembangunan PLTU mencapai 455 juta dolar AS.

"Proyek ini direncanakan selesai pada Mei 2016 atau 36 bulan sejak dinyatakan `financing date` (permasalahan pembiayaan telah selesai)," ujarnya.

Setelah PPA, pengembang diberikan waktu menyelesaikan persyaratan pendanaan (financing close) selama satu tahun atau sampai Mei 2013.

Proyek direncanakan memperoleh pendanaan dari Bank India yang nantinya akan diverifikasi PLN.

"Jika telah memenuhi persyaratan pendanaan dan juga syarat lainnya yang diatur PPA, maka akan dinyatakan `financing date` dan selanjutnya bisa dimulai konstruksinya," katanya.

Listrik yang dihasilkan PLTU Sumsel 7 akan disalurkan melalui jaringan transmisi interkoneksi Tapping T/L berkapasitas 275 kV antara Aurduri-Betung.

"Saya berharap proyek ini dapat dikerjakan secepatnya, sehingga memperkuat pasokan listrik di wilayah Sumatera bagian selatan," ujarnya.

PLTU Sumsel 7 merupakan bagian dari beberapa proyek PLTU Mulut Tambang yang akan dibangun di Sumatera Selatan dengan total kapasitas 4.200 MW. (K007/R010)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga