Sabtu, 25 Oktober 2014

Satu lagi gajah sumatera mati diracun

| 6.509 Views
id gajah sumatera mati diracun, gajah liar mati diracun, konflik gajah dan manusia
Satu lagi gajah sumatera mati diracun
Inilah gajah sumatera betina yang tewas diracun di areal perkebunan kelapa sawit di Desa Krueng Ayon, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh, Selasa (1/5). Gajah betina yang berusia 18 tahun itu diduga tewas akibat di racun pemilik perkebunan sawit. Gajah merupakan hewan dilindungi yang hidup secara sosial dalam koloni dengan teritorial tetap di hutan sebagai habitatnya, yang sering dirusak manusia. (FOTO ANTARA/Irwansyah Putra)
... Disinyalir gajah itu mati diracun pemilik lahan kelapa sawit itu...
Banda Aceh (ANTARA News) - Konflik antara manusia dan gajah sumatera (Elephas maximus sumatranae) makin kerap terjadi. Satu lagi gajah liar di Kabupaten Aceh Jaya ditemukan mati diracun kemarin, di areal perkebunan kelapa sawit, di Desa Krueng Ayon, Kecamatan Sampoiniet.

Kapala seksi Perlindungan Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Aceh Jaya, Armidi, di Calang, Rabu, mengatakan gajah mati diracun itu di perbatasan dengan Krueng Beukah itu berkelamin betina diperkirakan berusia 18 tahun -- usia produktif bagi gajah sumatera. 

Gajah betina itu juga diketahui tengah menyusui anak namun tidak diketahui keberadaan anak gajah itu. Gajah hanya melahirkan satu anak tiap masa kebuntingan terjadi dan menyusui anak untuk masa sekitar dua tahun. 

Dari anus induk gajah itu, keluar usus dan darah. Mulutnya juga mengeluarkan buih serta badannya biru, dan tewas begitu saja walau sempat ditolong petugas setempat. Disinyalir gajah itu mati diracun pemilik lahan kelapa sawit itu.

"Sejak tujuh tahun terakhir gangguan gajah liar di Aceh Jaya sangat tinggi, kami bersama BKSDA dan Conservation Response Unit Fauna-Flora International terus berupaya mengatasi konflik satwa dengan warga," kata dia.

Gajah sumatera telah menjadi penghuni habitat alamiahnya di sana sejak dahulu kala. Manusia baru datang dan bermukim kemudian setelah areal itu ditetapkan menjadi lokasi transmigrasi dengan kebun-kebun kelapa sawitnya.

Oleh manusia, gajah-gajah itu selalu dianggap menjadi hama dan pengancam. Mereka sering dikatakan menjadi perusak puluhan hektare tanaman pertanian dan perkebunan milik warga seperti padi, pinang, kelapa, karet dan pisang.

Selain di kecamatan Sampoiniet, gangguan satwa dilindungi itu juga terjadi di Kecamatan Jaya dan beberapa daerah lainnya.

Sementara itu Komandan Ranger CRU Sampoiniet, Mukhtar, mengatakan gajah sumatera yang mati di tengah lintas badan jalan SP Empat dan SP lima itu telah dikuburkan.

(KR-IRW) 

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca