Senin, 28 Juli 2014

Politisi PKS diperiksa Kamis

Rabu, 2 Mei 2012 18:02 WIB | 3.484 Views
Politisi PKS diperiksa Kamis
Logo Kejagung. (ist)
Jakarta (ANTARA News) - Penyidik Kejaksaan Agung, menjadwalkan memeriksa politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berinisial RP, Kamis besok (3/4). Dia diduga menerima aliran dana dari tersangka dugaan kepemilikkan rekening gendut yang juga mantan pegawai di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, DW.

"RP sebagai saksi, rencananya diperiksa Kamis," kata Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Arnold Angkouw, di Jakarta, Rabu.

Ia menduga ada aliran dana yang masuk ke rekeningnya dari DW hingga pihaknya akan mengklarifikasi hal itu dengan memeriksa RP.

Saat ditanya perusahaan milik RP itu merupakan wajib pajak yang ditangani oleh DW semasa bekerja sebagai pegawai di Ditjen Pajak, ia membantah dan belum mengarah ke arah sana. "Kami baru mau mengklarifikasi saja,"  katanya.

Di bagian lain, ia membenarkan dari hasil pemeriksaan terhadap Direktur PT Mitra Modern Mobilindo, Novie Ramdhani, sebagai saksi kasus DW, telah menerima aliran dana dari tersangka Johni Basuki (JB), Direktur PT MV yang merupakan wajib pajak yang ditangani DW,

"Iya betul menerimanya," katanya.

Kendati demikian, ia tidak bisa menyebutkan besaran uang dari aliran dana tersebut. "Pokoknya dia mengaku memang rekening ada transfer dari JB," katanya.

Disebutkan, tidak menutup kemungkinan saksi lainnya bisa dikenakan status sebagai tersangka sepanjang apakah dia mengetahui dan menghendaki.

"Sepanjang apakah dia mengetahui dan menghendaki (maka bisa ditetapkan sebagai tersangka)," katanya.

Dalam kasus tersebut, Kejagung sudah menetapkan lima tersangka kasus tersebut, yakni, DW, Johni Basuki (JB), Direktur PT MV yang merupakan wajib pajak yang ditangani DW, Herly Isdiharsoni, Komisaris Utama PT Mitra Modern Mobilindo, Firman (mantan pimpinan DW di Kantor Pelayanan Pajak Setiabudi I Jakarta), dan Salma Magfiroh, Direktur Utama PT Asri Pratama Mandiri (AMP). (*)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga