Sabtu, 26 Juli 2014

Menag ke Arab Saudi bahas penyelenggaraan haji 2012

Jumat, 4 Mei 2012 19:37 WIB | 2.788 Views
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Agama Suryadharma Ali dalam kunjungan kerja ke Arab Saudi membahas persiapan penyelenggaraan Ibadah Haji 1433H/2012M, termasuk penandatangan MoU dengan Menteri Urusan Haji Kerajaan Arab Saudi.

"Menag sudah berada di Arab Saudi Selasa (1/5) dan dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada Jumat (11/5). Ikut dalam rombongan tersebut Sekretaris Jenderal Kementerian Agama," kata Kepala Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat (Pinmas) Zubaidi di Jakarta, Jumat.

Selain itu dalam kunjungan ini Menag akan menyampaikan sejumlah masukan dan permintaan kepada Pemerintah Arab Saudi. Permintaan tersebut meliputi peningkatan penyelenggaraan dan pelayanan haji terutama di tahun 1433H/2012M antara lain penambahan kuota sebanyak 20.000 dari kuota dasar sehingga kuota Indonesia menjadi 231.000 serta penambahan slot time per hari dari 11 menjadi 15 dan penambahan gate untuk penerbangan Garuda.

"Menag juga akan mengusulkan agar proses request visa ke website Kemlu Arab Saudi bisa dipercepat (bulan Sya`ban) guna mempercepat penyelesaian visa paspor jamaah haji Indonesia," kata Zubaidi.

Terkait pemondokan, lanjut Zubaidi, Menag akan mengusulkan tiga hal, yaitu agar tasrih pemondokan bisa dikeluarkan lebih awal (sebelum Ramadhan) dengan standar luas 4 M2, agar Pemerintah Arab Saudi menetapkan standar biaya sewa sehingga harganya bisa dikendalikan serta agar jaminan SR50 per jamaah tidak lagi diberlakukan.

Guna mempermudah transportasi jamaah, Menag juga mengusulkan pengaturan jarak minimal penggunaan transportasi ditiadakan dan penyediaan terminal yang memadai di sekitar Masjidil Haram.

Ia menambahkan, dalam rangka meningkatkan pelayanan konsumsi bagi jamaah haji Indonesia di Armina, Menag mengusulkan pada setiap maktab disediakan satu dapur dan dua orang pengawas katering dari Misi Haji Indonesia. Selain itu, Menag meminta ada standar penempatan meja prasmanan dan coffee shop untuk setiap maktab sehingga seluruh jemaah haji mendapatkan standar pelayanan yang sama.

Kementerian Agama mengharapkan beberapa usulan yang diajukan tersebut bisa dipenuhi oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi demi perbaikan penyelenggaraan ibadah haji di tahun 1433H/2012M dan tahun-tahun selanjutnya.

"Semoga pembahasan MoU ini bisa menghasilkan yang terbaik bagi jamah haji Indonesia," kata Zubaidi.

(E001/S023)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga