Rabu, 17 September 2014

Lupakan banyak hal, lebih baik tunggu Supermoon

Sabtu, 5 Mei 2012 16:47 WIB | 10.802 Views
Lupakan banyak hal, lebih baik tunggu Supermoon
Ilustrasi perbandingan bulan purnama biasa dengan supermoon. Pengamatan fenomena orbital bulan terhadap Bumi ini akan lebih sempurna jika memakai teleskop. (istimewa)

Jakarta (ANTARA News) - Lupakan sejenak banyak hal, apakah itu silang-sengketa korupsi Wisma Atlet dengan titik sentral politisi jelita Angelina Sondakh yang makin ruwet juntrungannya, wacana kenaikan harga BBM, ujian nasional yang diwarnai banyak drama, hingga kemacetan parah yang sulit sekali diretas pemerintah.


Lebih baik sisihkan waktu memandang langit nanti malam untuk melihat supermoon. Mari berharap agar langit nanti malam bersih dari awan mendung, apalagi hujan! Supermoon lebih indah daripada bulan purnama biasa.


Masyarakat Amerika Serikat sudah beberapa saat lalu membicarakan supermoon ini; beberapa situs bahkan memuat infografis lokasi dan saat terbaik menyaksikan fenomena alami yang indah ini. 


Ingat film When Harry Met Sally? Malam romantis saat Meg Ryan (aktris utama) menerima cinta duda beranak satu bocah lelaki, Tom Hanks (aktor utama) terjadi di puncak gedung berlatar bulan purnama. 


Bagi Indonesia, supermoon bisa lebih indah lagi karena kita diuntungkan posisi ekuatorial yang pas untuk keperluan itu. Posisi terdekat bulan dalam orbit ovalnya (perigee) ada pada titik 221.802 mil laut atau 356.955 kilometer berdasarkan catatan NASA dan ini sekitar 10 persen lebih dekat ketimbang jarak rerata orbit bulan sebagai satelit Bumi.


Konsekuensi dari posisi yang lebih dekat pada kisaran waktu berjam-jam pada Minggu malam nanti (6/5) adalah pancaran sinarnya 30 persen lebih terang dan ukurannya 14 persen lebih besar ketimbang biasanya. Di Amerika Serikat supermoon kali ini diperkirakan terjadi pada pukul 23.54 waktu pantai timur pada Sabtu malam ini. 


Yang lebih menyenangkan kalangan pecinta astronomi adalah, supermoon Minggu malam nanti juga akan berbarengan dengan hujan meteor Aquarid, yang diketahui adalah sisa-sisa buntut komet Halley. Akan tetapi hujan meteor ini diramalkan akan tidak bisa dilihat jelas karena kalah terang dari cahaya supermoon.


Hujan meteor Aquarid ini juga kurang sukses untuk dapat diamati dari sisi Indonesia, karena bidang lintasannya lebih dekat ke belahan utara Bumi. Kesamaan masa antara supermoon dan hujan meteor Aquarid inilah yang tengah menjadi pembicaraan pada kalangan ahli astronomi dan peneliti amatir astronomi.


Menurut perhitungan NASA, supermoon akan muncul terlebih dahulu dengan selisih sekitar dua atau tiga jam sebelum hujan meteor Aquarid terjadi. Apapun itu, ada beberapa saran untuk bisa melihat supermoon secara memuaskan (jika cuaca mendukung): cari lokasi bebas kepungan bangunan tinggi, bebas polusi, dan beri mata beberapa saat untuk terbiasa dengan suasana gelap.


Kalau semuanya telah tercapai --sekali lagi, jika cuaca mendukung-- maka akan mudah disaksikan supermoon. Bersama teman-teman, sendirian, atau dengan orang yang khusus di hati juga boleh.... (*)


Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Terpopuler
Baca Juga