Jumat, 31 Oktober 2014

Puluhan hektare tambak di Medan terendam banjir rob

| 4.262 Views
id banjir rob, tambak udang-ikan, gagal panen
Puluhan hektare tambak di Medan terendam banjir rob
Tambak ikan. (FOTO ANTARA/Dedhez Anggara)
Medan (ANTARA News) - Sekitar 30 hektare lahan tambak udang dan ikan di Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, Senin, terendam banjir, akibat pasang air laut atau rob di perairan Belawan, Sumatera Utara.

Sebagian lahan tambak yang terkena banjir rob itu tersebar di Kampung Nelayan Indah, Batang Kilat Sei Mati, dan Seruai.

"Banjir pasang air laut yang merendam sejumlah lokasi tambak sudah terjadi sejak tiga hari terakhir," kata tokoh masyarakat nelayan di Kecamatan Medan Labuhan, Anwar.

Air bah yang melanda sentra pertambakan di utara Kota Medan itu, membuat sebagian udang dan ikan yang dibudidayakan di tambak hilang terseret air banjir.

Dia memperkirakan, banyak pelaku usaha tambak di wilayah itu bakal mengalami gagal panen akibat banjir pasang air laut.

"Banjir pasang air laut memang selalu terjadi saat menjelang bulan purnama, tetapi tahun ini memang tergolong cukup besar," ujar Anwar yang juga mantan pengurus Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Medan.

Bahkan, banjir rob juga menggenangi ratusan rumah dan badan jalan raya di Kelurahan Kampung Nelayan Indah yang berjarak sekitar 2.000 meter dari bibir pantai.

Fenomena alam itu biasanya terjadi menjelang siang hari, dan berangsur surut sekitar tiga jam kemudian.

Mantan Ketua HNSI Kota Medan, Azhar Ong, mengungkapkan, kawasan pesisir Medan utara rentan menjadi sasaran banjir pasang air laut akibat kegiatan alih fungsi lahan yang tidak terkendali.

"Sebagian besar lahan tanaman mangrove di sepanjang pesisir Pelabuhan Belawan dan sekitarnya selama lima tahun terakhir sudah banyak beralih fungsi menjadi dermaga, lokasi penumpukan peti kemas, dan tambak," ujar dia.

Alih fungsi lahan tersebut bukan hanya mengakibatkan luas lahan tanaman mangrove atau bakau di pesisir Medan menjadi berkurang, tetapi juga turut menambah kerusakan lingkungan hidup dan membuat populasi ikan semakin berkurang.

Menurut Azhar, kasus perusakan lingkungan yang turut berdampak terhadap bencana banjir rob di wilayah itu, seharusnya bisa dicegah sejak dini bila Pemerintah Kota (Pemkot) Medan melalui instansi terkait konsisten melaksanakan tugas pengawasan dan selektif mengeluarkan izin bangunan dan izin usaha tambak.

"Saya memperkirakan masalah banjir di Medan utara sudah sulit diatasi, karena hingga kini masih belum ada perhatian serius dari Pemkot Medan untuk mengatasi kerusakan lingkungan dan alih fungsi lahan di daerah ini," ujar dia lagi. (JRD/B014)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga