Senin, 28 Juli 2014

Kasarmatim lepas Satgas Maritim UNIFIL menuju Lebanon

Rabu, 9 Mei 2012 19:12 WIB | 2.858 Views
Kasarmatim lepas Satgas Maritim UNIFIL menuju Lebanon
KRI Sultan Hasanuddin. (FOTO ANTARA/Yusran Uccang )
Surabaya (ANTARA News) - Kepala Staf Komando Armada RI Kawasan Timur Laksamana Pertama TNI Djoko Teguh Wahojo melepas keberangkatan KRI Sultan Hasanuddin menuju Lebanon dalam penugasan sebagai Satgas Maritim TNI Kontingen Garuda XXVIII-UNIFIL (United Nation Interm Force In Lebanon).

Acara pelepasan di Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya, Rabu sore, dihadiri Komandan Guspurlatim Laksamana Pertama TNI Ari Soedewo, Komandan Lantamal V Laksamana Pertama TNI Atok Urrachman, Ketua PD Jalasenastri Armatim Ny Yus Agung Pramono, dan keluarga personel satgas.

Penugasan kapal perang jenis Sigma Klas Korvet Belanda dalam misi perdamaian PBB di Lebanon itu merupakan yang keempat dan melanjutkan tugas serupa yang sebelumnya telah dijalankan tiga kapal sejenis.

Sebelumnya, armada pertama dari jajaran Satuan Kapal Eskorta Koarmatim yang bertugas sebagai Satgas Maritim TNI Kontingen Garuda UNIFIL adalah KRI Diponegoro (2009), dilanjutkan KRI Frans Kaisiepo (2010) dan terakhir KRI Sultan Iskandar Muda yang tiba di Surabaya pada pekan lalu.

Dalam misi perdamaian di Lebanon tersebut, KRI Sultan Hasanuddin akan bergabung dengan kapal perang angkatan laut negara lainnya yang tergabung dalam Satgas Maritim UNIFIL.

"Penugasan kembali kapal perang TNI AL untuk bergabung dengan Satgas Maritim UNIFIL ini merupakan wujud pengakuan dunia kepada TNI, karena telah dianggap mampu melaksanakan tugas-tugas PBB, khususnya dalam aspek maritim," kata Laksma TNI Djoko Teguh Wahojo.

Ia berharap seluruh personel KRI Sultan Hasanuddin mampu melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya menjaga nama baik bangsa dan negara serta kembali ke Indonesia dengan selamat.

KRI Sultan Hasanuddin yang dikomandani Letnan Kolonel Laut (P) Dato Rusman dijadwalkan bertugas selama delapan bulan, termasuk dua bulan waktu tempuh pelayaran berangkat dan pulang dari Lebanon.

Adapun rute yang dilewati selama pelayaran menuju Lebanon, yaitu Surabaya-Jakarta-Belawan-Kolombo-Salalah-Port Said-Beirut.

Kapal perang yang juga dilengkapi satu unit helikopter BO-105 itu, membawa sebanyak 105 orang personel, terdiri dari 94 ABK, pilot dan kru heli tujuh orang, serta dokter , anggota Kopaska, perwira penerangan dan intelijen masing-masing satu orang.
(T.D010/E011)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga