Sabtu, 20 September 2014

Warga Trenggalek kembangkan alat peringatan dini tsunami

Jumat, 11 Mei 2012 18:46 WIB | 8.360 Views
Trenggalek (ANTARA News) - Seorang warga Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, Bambang Sigit Sudaryono, berhasil mengembangkan alat kendali jarak jauh untuk penyebaran informasi/peringatan dini bencana gempa dan tsunami dengan biaya murah.

"Aplikasinya, alat ini dipasang di tepi pantai atau kawasan yang rawan tsunami, sedangkan biaya yang dibutuhkan antara Rp25 juta sampai dengan Rp75 juta, tergantung dari spesifikasi bahannya," katanya di Trenggalek, Jumat.

Ia menjelaskan, rangkaian elektronik temuannya merupakan pendeteksi gempa yang dilengkapi dengan "speaker" penyampai informasi serta satu set pengendali jarak jauh yang terpasang di kantor badan penanggulangan bencana daerah (BPBD).

"Untuk pengendalian jarak jauh ini kami memakai frekuensi rendah (AM), dengan pertimbangan bisa menembus pegunungan dan tidak terpengaruh dengan cuaca. Kalau memakai wifi akan rentan terjadi gangguan" jelasnya

Alat tersebut, lanjut pria tamatan SMA itu, bekerja secara semiotomatis. Pada saat terjadi gempa bumi, "switching" atau saklar pendeteksi gempa langsung bekerja dan memerintahkan sirine untuk berbunyi.

"Setelah 10 detik sirine berbunyi maka secara otomatis akan menyuarakan isyarat atau peringatan (suara manusia) bahwa telah terjadi gempa biasa," ujarnya.

Selanjutnya berselang lima menit apabila pusat pengendali di BPBD menerima informasi dari badan meteorologi klimatologi dan geofisika (BMKG) yang mengindikasikan adanya potensi tsunami, maka petugas akan menombol pengendali dan langsung terkoneksi dengan alat peringatan yang terpasang di tepi pantai.

"Begitu tombol dipencet, maka sirine akan memerintahkan agar seluruh masyarakat di kawasan rawan tsunami segera melakukan langkah evakuasi dengan menjauhi kawasan pantai," ucap pria yang akrab disapa Bambang ini.

Ia menambahkan ada beberapa kelebihan dari alat yang diriset selama empat tahun tersebut, yakni berbiaya lebih murah dibandingkan dengan alat ciptaan luar negeri, aman dari goncangan ombak, aman dari cuaca buruk serta tidak terpengaruh dengan listrik PLN.

(E011)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca