Kamis, 18 Desember 2014

Gerakan PAUD tuntut partisipasi maksimal warga

| 2.850 Views
id pendidikan anak usia dini, paud jakarta, pendidikan gratis, tatiek fauzi bowo
Jakarta (ANTARA News) - Gerakan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menuntut partisipasi warga masyarakat lebih maksimal mengingat PAUD sangat penting dalam membentuk karakter anak, kata Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga DKI Jakarta, Tatiek Fauzi Bowo.

"Melalui program Jakarta Berbagi Ilmu, kita tidak sekadar mengajak warga untuk saling membagi ilmu, melainkan juga meningkatkan mutu PAUD itu sendiri," jelas istri Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo ini dalam keterangannya yang diterima Senin, berkaitan tayangan program "Jakarta Berbagi", yang mencakup kegiatan Berbagi Ilmu, Berbagi Bersih, dan Berbagi Kasih.

Tatiek menambahkan untuk memaksimalkan partisipasi warga, maka sejauh ini telah digalang program Paudisasi,yakni program sosialisasi atau penyadaran kepada masyarakat ihwal pentingnya pendidikan anak usia dini (0-6 tahun).

Namun, diakui, hingga kini belum seluruh anak pada rentang usia tersebut sudah mengikuti PAUD.

"Kami ingin generasi mendatang di DKI Jakarta semuanya generasi yang berkualitas. Karena itu, pendidikan anak pra-sekolah harus menjadi tanggung jawab bersama," paparnya.

Selain sosialisasi untuk meningkatkan keikutsertaan anak dalam PAUD, melalui program Jakarta Berbagi Ilmu juga dilaksanakan pelatihan terhadap para tutor dan penyelenggara PAUD. Hal ini dipicu oleh fakta, kompetensi sebagian besar guru PAUD masih belum memadai.

Banyak dari para guru tidak berlatar belakang pendidikan PAUD dan belum memperoleh pelatihan seputar konsep dan ilmu praktis PAUD.

"Jakarta Berbagi Ilmu merupakan gerakan dari warga untuk warga. Ia bisa dilakukan di mana saja, seperti di taman-taman, dengan memberi pengayaan kepada para guru dengan memberi bacaan," imbuh Tatiek.

Pemprov DKI Jakarta sendiri berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu PAUD. Hal itu dibuktikan, antara lain, lewat pemberian beasiswa bagi 250 tutor PAUD untuk berkuliah jenjang strata satu (S1) di Universitas Negeri Jakarta, di samping bantuan alat permainan edukatif. Bahkan, turut pula dikucurkan bantuan operasional pendidikan (BOP) PAUD dari dana APBN.

Mengutip data Dinas Pendidikan DKI Jakarta, lanjut Tatiek, dana APBN untuk bantuan operasional pendidikan PAUD tiap tahun nilainya mencapai Rp8 miliar.

Saat ini baru ada sekitar 25 ribu siswa PAUD yang mendapatkan BOP, masing-masing sebesar Rp240 ribu per tahun. Kemudian, para guru PAUD juga mendapatkan bantuan insentif. "Tahun 2011, setiap guru mendapatkan bantuan Rp1,2 juta per tahun.

Tahun 2012, nilai bantuan insentif itu meningkat menjadi Rp2 juta per guru," ujarnya.

Dukungan pemerintah penting, namun tidak akan bermakna jika tidak mampu menggerakkan partisipasi warga untuk terlibat di dalamnya.

"Lewat Jakarta Berbagi Ilmu, diharapkan terjadi perluasan dan pemerataan akses layanan PAUD di setiap jalur baik formal maupun informal kepada seluruh anak di DKI Jakarta," ujar Tatiek Fauzi Bowo.
(ANT)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga