Bogor (ANTARA News) - Tim SAR Rusia mengakui kinerjanya dalam membantu proses evakuasi korban musibah pesawat Sukhoi Superjet 100 tidak bisa maksimal karena faktor cuaca yang tidak bersahabat.

"Satu hambatan cuaca, kami tidak bisa kerja dengan cuaca ini. Cuaca tidak safe," kata Ketua Tim SAR Rusia, Cupalenkov, melalui penerjemahnya kepada wartawan di Lapangan Pasir Pogor, Cijeruk, Bogor, Jawa Barat, Selasa.

Kendati demikian, ia mengaku koordinasi dengan SAR Indonesia, tidak ada masalah. "Sejak pertama ke posko, pihaknya telah berkoordinasi dengan Basarnas, bagaimana kerja dan bagaimana tugas SAR Rusia untuk mendukung," katanya.

Dikatakannya, timnya bergabung dengan SAR Indonesia dengan turun ke lokasi di jurang Gunung Salak dan menemukan puing-puing serta dua jenazah di lokasi.

Di bagian lain, ia mengatakan sejak kedatangannya ke Indonesia pada 11 Mei 2012 di Indonesia, pihaknya membawa 84 personel dan 68 personel di antaranya berada di posko sedangkan sisanya ke lokasi.

"Kami juga membawa dua kendaraan khusus untuk mendukung evakuasi," katanya.

Saat ini, timnya sudah turun ke posko dan berencana berkoordinasi dengan SAR Indonesia untuk kelanjutan proses perbantuan evakuasi.

"Tim SAR Rusia dalam keadaan bagus dan siap," katanya.

(R021/H-KWR)