Pontianak (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menggelar lomba poster, karya tulis, serta penyuluhan untuk memilih Duta Sanitasi bagi pelajar tingkat sekolah menengah pertama.

"Lomba ini dapat menjadi media pendidikan yang efektif karena anak-anak merupakan segmen masyarakat yang paling terkena dampak dari buruknya sanitasi," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalbar Jakius Sinyor di sela kegiatan lomba di Pontianak, Selasa.

Menurut dia, anak-anak harus dijadikan sebagai agen perubahan untuk membawa manusia Indonesia ke arah yang lebih berkualitas.

Ia menambahkan, secara umum, rendahnya akses terhadap sanitasi yang layak masih menjadi masalah di Indonesia.

Ia mencontohkan, untuk kondisi tersebut secara nasional hingga tahun 2009 yang mencapai sebesar 51,02 persen. "Untuk perkotaan sebesar 69,55 persen dan pedesaan sebesar 34 persen," kata dia.

Ia melanjutkan, sementara sesuai target pembangunan milenium, pada 2015 akan mencapai 62,37 persen. Sedangkan untuk Kalbar target pembangunan milenium di sektor sanitasi sebesar 48,38 persen.

"Kalau memperhatikan kondisi riil sanitasi di Indonesia seperti yang telah dikemukakan, tentunya untuk mewujudkan kondisi yang akan dicapai tersebut harus melalui kerja keras dari kita semua, " kata Jakius Sinyor.

Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalbar Karyanti Christiandy Sanjaya mengatakan, pemilihan Duta Sanitasi itu akan bemanfaat bagi kelangsungan pembangunan bangsa menuju kehidupan yang lebih baik sehat utamanya untuk anak-anak.

"Anak-anak dalam tahap perkembangan fisik maupun psikis yang sangat rentan terhadap pengaruh positif maupun negatif di sekelilingnya," kata Karyanti Christiandy Sanjaya.

Ia berharap, untuk menanamkan kebiasaan baik sejak dini sangat dibutuhkan dalam rangka pembentukan jiwa dan watak yang baik. "Sehingga diharapkan mereka tumbuh menjadi insan yang berlaku berjiwa positif, memiliki kepribadian yang tangguh dan berakhlak mulia," ujar dia.

Mengenai sanitasi, ia mengakui, merupakan hal yang paling penting untuk diperhatikan terutama bagi penduduk di wilayah perkotaan.

"Karena kalau melihat perkembangan pembangunan di perkotaan yang begitu meningkat, khususnya perkembangan pembangunan perumahan," kata Karyanti.

Ia menjelaskan, kalau pembangunan perumahan tersebut tidak memperhatikan masalah sanitasi, pasti akan berakibat buruk terhadap aspek kelestarian kawasan lingkungan sehingga harus dimulai dari pribadi masing-masing untuk mewujudkannya.

(T011/N002)