Kamis, 23 Oktober 2014

KRI Sultan Hasanuddin-356 bertolak ke Lebanon

| 7.170 Views
id kri sultan hasanuddin, gugus tugas lebanon, kapal perang
KRI Sultan Hasanuddin-356 bertolak ke Lebanon
KRI Hasanuddin-366 yang tergabung dalam Satgas Maritim Konga XXVII-D/UNIFIL berangkat menuju Lebanon dari dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu. Korvet kelas SIGMA itu akan bertugas selama enam bulan menggantikan KRI Sultan Iskandar Muda-367 yang telah selesai melaksanakan tugas misi perdamaian PBB di Lebanon. (FOTO ANTARA/Zabur Karuru)
... Kesertaan Indonesia dalam gugus tugas pasukan PBB membuktikan profesionalitas tentara Indonesia diakui dunia...
Jakarta (ANTARA News) - KRI Sultan Hasanuddin–366 bertolak menuju Lebanon dari Dermaga Komando Lintas Laut Militer TNI-AL di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu. Dia akan bergabung dengan Satuan Tugas Maritime Taks Force (MTF) Kontingen Garuda XVIII-D/UNIFIL dan MTF 448 UNIFIL. 

Tugas utama membantu Angkatan Laut Lebanon dalam menegakkan kedaulatan  negaranya, mengamankan garis pantai, mencegah penyelundupan senjata melalui perairan kewilayah Lebanon serta melaksanakan patroli rutin, latihan bersama dan kegiatan lain.  

Keberangkatan KRI Sultan Hasanudin–366 menuju Lebanon, dilepas melalui satu upacara militer yang dipimpin langsung oleh Panglima TNI, Laksamana TNI Agus Soehartono, didampingi Kepala Staf TNI-AL, Laksamana TNI Soeparno, dan Wakil Kepala Staf TNI-AL, Laksamana Madya TNI Marsetio, serta sejumlah pejabat teras TNI lainnya.

Satgas MTF dimana KRI Sultan Hasanuddin-356 tergabung, akan bertugas di wilayah perairan Libanon selama enam bulan. 

KRI Sultan Hassanudin–366 menggantikan KRI Sultan Iskandar Muda–367, yang beberapa waktu lalu telah kembali ke Tanah Air setelah tergabung dengan Satgas MTF di Lebanon selama kurun waktu enam bulan. 

Kekuatan TNI-AL dalam Satgas MTF/UNIFIL dengan ujung tombak KRI Sultan Hassanudin–366, korvet kelas SIGMA (Ship Integrated Geometrical Modularity Approach) dari Satuan Kapal Eskorta Koarmatim Surabaya, juga satu helikoper Bolcow-Blohm BO-105. Di dalam lambung kapal perang ini terdapat 25 perwira, 44 bintara, dan 24 tamtama, dan 11 personel non ABK.

KRI Sultan Hasanuddin–366 merupakan kapal keempat TNI-AL keempat yang pernah bergabung dengan pasukan internasional di Lebanon. 

Sebelumnya TNI-AL pernah mengirimkan KRI Sultan Iskandar Muda–367, KRI Frans Kaisepo–368, serta KRI Diponegoro–365. Kesertaan Indonesia dalam gugus tugas pasukan PBB membuktikan profesionalitas tentara Indonesia diakui dunia. (*)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga