Sabtu, 1 November 2014

Tim DVI berhasil identifikasi korban Sukhoi

| 2.403 Views
id identifikasi sukhoi, black box sukhoi, kotak hitam, sukhoi superjet 100, kecelakaan sukhoi, tragedi sukhoi
Tim DVI berhasil identifikasi korban Sukhoi
Proses identifikasi para korban pesawat terbang Sukhoi Superjet 100 terus dilakukan secara marathon. Perbandingan dengan data dari pihak keluarga ataupun dokumen menjadi salah satu hal pokok dalam proses identifikasi yang diperkirakan baru selesai tiga pekan mendatang atas nama akurasi hasil. (FOTO ANTARA/Zabur Karuru)
... Doakan besok siang sudah ada beberapa lagi yang bisa kita umumkan untuk data korban yang berhasil teridentifikasi. Lima atau lebih yang teridentifikasi...
Jakarta (ANTARA News) - Tim Disaster Victim Identification (DVI) kembali berhasil mengindentifikasi lima atau lebih korban esawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak.

"Mudah-mudahan esok hari Jumat sudah atau lima atau lebih jasad korban yang berhasil diidentifikasi," kata Direktur Eksekutif DVI, Kombes Polisi Anton Castiliani, kepada wartawan, Kamis sore. Identifikasi awal belum kepada jenis kelamin atau kewarganegaraan.

"Baru tahap prarekonsiliasi. Sekitar 30 persen yang bisa diselesaikan tes DNA, Mudah mudahan, pada Kamis malam ini bisa dilakukan pre rekon juga," ungkapnya. Sehingga esok hari Jumat pagi, pihaknya akan menggelar rapat rekonsiliasi.

"Doakan besok siang sudah ada beberapa lagi yang bisa kita umumkan untuk data korban yang berhasil teridentifikasi. Lima atau lebih yang teridentifikasi," tuturnya.  

Di sisi lain, temuan instrumen black box baru pada subinstrumen voice data recorder. Sedangkan flight data recorder belum ditemukan sampai saat ini.

Ia menjelaskan, pihaknya berhasil mengidentifikasi jasad korban berdasarkan data medik, properti, DNA dan gigi yang sudah dimiliki tim identifikasi

"Tapi, tim identifikasi menemui kesulitan saat hendak mengidentifikasi para korban berdasarkan data sidik jari," ungkapnya.

Menurut Anton, banyak data sidik jari yang diserahkan pihak keluarga ke tim DVI yang diperoleh dari ijasah korban terbalik dengan yang ditemukan pada jenasah.

"Data sidik jari para korban yang tertera di dalam ijasah itu tangan kiri, namun yang jenasah yang ditemukan ternyata tangan kanan. Jadi tidak bisa kita bandingkan," tuturnya.

Untuk itu, Anton mengimbau, para pihak keluarga yang memiliki atau menyimpan data lengkap dari kesepuluh sidik jari korban dapat diserahkan ke pihak identifikasi.

"Dari 45 korban, sebanyak 20 data sidik jari yang diterima berdasarkan data ijasah. Dan hanya empat korban yang memiliki data lengkap 10 sidik jari dan telah diterima oleh tim ante mortem," imbaunya.

Data ante mortem ke 45 korban Sukhoi sudah dinyatalan lengkap. Dan satu jenasah saja yang saat ini bisa terindifikasi.

"Pihak keluarga korban terindefikasi menolak disebutlan nama atau tidak saat ini. Jadi kami baru akan kami sebutkan setelah rampung hasil identifikasi. Kami mohon pengertian rekan rekan wartawan," pungkasnya..

Anton menambahkan, pihaknya baru mengetahui jumlah pasti korban pesawat Sukhoi Superjet 100 setelah keseluruhan proses identifikasi selesai dilakukan.

"Manifest penumpang Sukhoi berjumlah 45 orang. Informasi yang tersebar jumlahnya 44 orang. Tapi kepastian jumlah penumpang baru dapat diketahui bila identifikasi rampung," tambahnya. 

(ANT-306)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga