Minggu, 26 Oktober 2014

Pabrik CPO serap empat ribu naker

| 12.285 Views
id pabrik cpo, pabrik kelapa sawit, penyerapan tenaga kerja, penyerapan pengangguran, pemprov kalbar
Pontianak (ANTARA News) - Dua pabrik pengolahan crude palm oil (CPO) dari perusahaan sawit di Kabupaten Sintang yang mulai beroperasi tahun 2012 diperkirakan mampu menyerap sekitar empat ribu tenaga kerja, kata Kepala Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Provinsi Kalimantan Barat Yoseph Alexander.

"Kedua pabrik pengolahan CPO tersebut, yakni milik PT Jake Sarana dan PT Citra Kalbar Sarana di Kabupaten Sintang," kata Yoseph Alexander di Pontianak, Kamis.

Ia menjelaskan, untuk pabrik pengolahan CPO milik PT Jake Sarana saja diperkirakan mampu menyerap sekitar 1.990 tenaga kerja baik dari lokal maupun luar, sementara pabrik pengolah CPO milik PT Citra Kalbar Sarana menyerap sekitar 2.000 tenaga kerja.

"Padahal sebelumnya kedua perusahaan itu rata-rata baru menyerap tenaga kerja sekitar ratusan orang. Dari segi permodalan juga mengalami peningkatan dua kali lipat dari sebelumnya Rp250 miliar, kini menjadi Rp577 miliar," ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Forum Pengembangan Perkebunan Strategis Berkelanjutan Achmad Mangga Barani saat berada di Pontianak, Rabu (16/5) mengatakan, perkebunan sawit dinilai ikut berperan terhadap pertumbuhan suatu daerah termasuk di beberapa kabupaten di Provinsi Kalbar.

Diakui atau tidak sektor perkebunan sawit cukup besar perannya dalam pertumbuhan suatu daerah," ujarnya.

Ia mencontohkan, 30 tahun lalu, pembangunan Kabupaten Landak dan Sintang sangatlah sepi, tetapi sekarang sejak masuknya pengembangan perkebunan sawit kedua daerah itu menjadi ramai.

"Dulunya daerah itu sepanjang jalan hanya beberapa pasar dan rumah yang dilewati, tetap sekarang rumah sudah bangus-bagus dan pasar juga sudah banyak, seiring dengan berkembangnya sektor perkebunan sawit dan perkebunan lainnya" kata Achmad.

Achmad menambahkan, dari data yang ada sektor perkebunan sawit di Indonesia telah menyerap sekitar 3,9 juta kepala keluarga sehingga secara tidak langsung juga ikut berperan dalam mengurangi angka kemiskinan di Indonesia.

Sektor perkebunan sawit juga menyumbang sekitar Rp13,8 triliun retribusi pajak ekspor, serta mendukung sektor industri dalam negeri dan sebagai sumber energi alternatif non migas, kata Achmad.
(A057/M009)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga