Sabtu, 20 Desember 2014

Polisi temukan 20 senjata rakitan setelah bentrok mahasiswa

| 2.393 Views
id bentrokan mahasiswa makassar, kerusuhan mahasiswa di makassar, penyerangan mahasiswa, pembakaran pondokan mahasiswa
Makassar (ANTARA News) - Polisi Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar menemukan 20 senjata rakitan yang disebut paporo setelah bentrokan antara mahasiswa asal Palopo dan Bulukumba di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat.

Selain 20 paporo, polisi juga menemukan satu karung bahan untuk membuat paporo (korek api kayu), 71 anak panah dan ketapel, serta 29 senjata tajam seperti badik dan parang, kata Kapolrestabes Makassar, Kombes Erwin Triwanto, kepada wartawan, Jumat.

Menurut Erwin,  polisi juga mengamankan 11 motor yang diduga dipakai untuk memobilisasi massa yang terlibat bentrok.

"Barang bukti yang diperlihatkan ini hasil dari penyisiran anggota di berbagai asrama baik itu asrama mahasiswa Bulukumba dan Palopo termasuk pada saat penangkapan tersangka," ungkapnya.

Saat ini, kata dia, polisi telah menangkap sebanyak 41 orang dari berbagai tempat dan akan terus melakukan pengembangan.

"Kita telah memeriksa 41 orang, 15 orang sudah ditetapkan tersangka, 17 orang masih pendalaman dan lainnya dilepas karena tidak terbukti," kata dia.

Bentrokan antara komunitas asal Palopo dan Bulukumba pecah pada pukul 02:00 Wita di Jalan Malengkeri III. Asrama mahasiswa Palopo di tempat itu dibakar oknum mahasiswa dengan mengunakan bom molotov.

Dalam penyerangan itu tujuh orang mahasiwa terkena senjata tajam dan anak panah.

Polisi saat itu kewalahan karena jumlah personel yang bertugas untuk menangani penyerangan yang melibatkan lebih dari 100 mahasiswa itu terbatas.(ANT)


Editor: Maryati

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca