Senin, 1 September 2014

Pemerintah Guinea Khatulistiwa mundur

Sabtu, 19 Mei 2012 14:21 WIB | 5.697 Views
Malabo (ANTARA News) - Pemerintah perdana menteri Ignacio Milam Tang dari Guinea Khatulistiwa mengunduran diri sesuai dengan reformasi konstitusi yang disahkan November, kata menteri komunikasi negara itu, Jumat.

"Pemerintah menyerahkan surat pengunduran dirinya kepada Presiden Teodoro Obiang Nguema Mbasogo Jumat agar ia dapat membentuk satu pemerintah baru sesuai dengan undang-undang," kata Menteri Komunkasi Jeronimo Osa Osa Ecoro dikutip AFP.

Reformasi konstitusi disetuju dalam satu referendum oleh 97,7 pemilih -- satu angka yang ditolak oposisi --membatasi jumlah mandat presiden untuk dua priode, dan membentuk jabatan wakil presiden.

Obiang, yang memimpin negara produser minyak terbesar ketiga sub Sahara Afrika itu, menjadi pemimpin paling lama memangku jabatan di benua itu setelah tewasnya Muamar Gaddafi di Lybia Oktober.

Guinea dicap sebagai salah satu dari negara-negara otoriter dan paling korup di Afrika, dan para pengeritik mengatakan proyek reformasi konstitusi itu adalah bagian dari satu usaha yang menarik untuk memperbaiki citra Obiang di luar negeri.

Konstitusi baru itu tidak menjelaskan apakah Obiang dapat tetap berkuasa sampai tahun 2030, atau apakah ia harus mundur ketika masa jabatannya sekarang berakhir tahun 2016.

Obiang,yang akan berusia 70 tahun bulan depan, memangku jabatan tujuh tahun untuk yang keempat kalinya sejak merebut kekuasaan dalam kudeta tahun 1979, menggulingan pamannya Francisco Macias Nguema yang dieksekusi oleh regu tembak.

Ia tidak pernah memperoleh hasil kurang dari 95 persen sejak sistem muli-partai diberlakukan tahun 1991.

(H-RN)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga