Jumat, 31 Oktober 2014

Merpati dinilai tidak sehat...

| 5.899 Views
id merpati tidak sehat, merpati rugi, dahlan iskan
Merpati dinilai tidak sehat...
Eksistensi PT Merpati Nusantara Airlines sangat diperlukan masyarakat di pelosok-pelosok yang terbatas dukungan infrastrukturnya. Eksistensi juga penting untuk akses ekonomi setempat. (FOTO ANTARA/Widodo S. Jusuf) ()
... masa 'sich rakyat mau uangnya dipakai untuk Merpati...
Jakarta (ANTARA News) - Menteri BUMN, Dahlan Iskan, menilai PT Merpati Nusantara Airlines tidak sehat secara korporasi dengan indikator kerugian "Jembatan Nusantara" ini sebanyak Rp2 miliar perhari alias Rp730 setahun jika itu terjadi simultan selama 365 hari.

"Utang-utangnya kan banyak. Merpati itu secara teknis sudah tidak sehat lagi," katanya, usai menghadiri Rapat Pimpinan di Kantor Pusat PANN Multifinance, di Jakarta, Selasa.

Dia mengakui tidak akan memberikan dukungan modal melalui penyertaan modal negara (PMN) yang pernah diusul manajemen di bawah pimpinan Sardjono Tjitrokusumo, sebesar Rp250 miliar. 

"Karena Merpati ini ratusan miliar terus digrojok (digelontorkan), masa 'sich rakyat mau uangnya dipakai untuk Merpati," tuturnya. 

Berbeda dengan kondisi di kota-kota besar, maka peran Merpati sebagai jembatan udara sangat diperlukan di pelosok-pelosok dengan kondisi bandar udara terbatas. 

Dulu pernah ada semacam konsensus bahwa Merpati menerbangi rute-rute penghubung menuju bandara pusat sesuai konsep hub and spoke.

Sementara rute-rute di luar itu diterbangi maskapai penerbangan plat merah lain yang memiliki modal lebih banyak dan manajemen lebih baik. Kini hal itu tidak terjadi lagi, persaingan bebas yang menjadi keniscayaan.

Begitu rute itu mulai menunjukkan peningkatan arus pemakai jasa, maka penetrasi dari perusahaan penerbangan lain menjadi lebih deras sehingga konsep hub and spoke itu tidak berlaku lagi.

Dia juga memberikan lampu hijau kepada Badan Pemeriksa Keuangan mengaudit Merpati. "Baik juga kalau BPK bisa masuk supaya lebih transparan," ujarnya.

Selain tidak memberikan dukungan modal, dia menegaskan dirinya tidak akan memberikan arahan kepada Direktur Utama Merpati yang baru, Rudy Setyopurnomo, karena direksi terpilih seharusnya mengetahui apa yang akan dilakukannya.

(KR-SSB)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga