Sabtu, 30 Agustus 2014

Masyarakat saksikan pementasan mahasiswa

Rabu, 23 Mei 2012 13:28 WIB | 2.956 Views
Denpasar (ANTARA News) - Pihak Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar memberikan kesempatan kepada masyarakat luas, khususnya para siswa untuk menyaksikan pementasan karya cipta tari, tabuh, dan pedalangan mahasiswa lembaga pendidikan tinggi seni tersebut.

"Sebanyak 42 mahasiswa yang mengikuti ujian akhir masing-masing menampilkan karya terbaiknya di kampus setempat selama tiga hari, 22--24 Mei 2011," kata Dekan Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) ISI Denpasar I Ketut Garwa, SSn, M.Sn di Denpasar, Rabu.

Ia mengatakan, para lulusan SMA dan SMK sangat diharapkan untuk bisa menyaksikan penampilkan karya cipta seorang mahasiswa seni, dengan harapan ada niatnya untuk melanjutkan pendidikan di ISI Denpasar.

Ujian akhir ke-42 mahasiswa yang masing-masing menampilkan karya cipta tabuh dan tari terbaik itu diiringi oleh 28 sekaa kesenian dan sanggar tari dari delapan kabupaten dan satu kota di Bali.

"Kegiatan tersebut terbuka untuk masyarakat umum, namun penonton diharapkan tidak bertepuk tangan dan sorak sorai agar tidak mengganggu konsentrasi tim penguji yang beranggotakan 17 orang," harap I Ketut Garwa.

Karya garapan orisinil dari mahasiswa sebagai tugas akhir dalam menyelesaikan pendidikan di lembaga pendidikan tinggi seni mampu menampilkan pementasan yang beragam mulai dari kesenian klasik, kreasi, inovasi dan seni kontemporer.

Gedung Nitya Mandala ISI Denpasar tempat berlangsung ujian tugas akhir mahasiswa itu berkapasitas 3.000 tempat duduk, pada hari pertama (22/5) pada hari pertama dipadati penonton.

Pada hari malam pertama itu ditampilkan 12 karya garapan mahasiswa, menyusul pada hari kedua (23/5) sebelas judul garapan dan hari terakhir (24/5) sepuluh judul serta sisanya pengkajian.

Keberhasilan mahasiswa dalam menggarap sebuah karya cipta seni, berkat bekal ilmu yang diperolehnya selama empat tahun menggeluti pendidikan di lembaga pendidikan tinggi seni.

Karya cipta tersebut diharapkan nantinya berkembang dalam kehidupan masyarakat Pulau Dewata, sekaligus memperkaya keragaman seni budaya setempat yang tetap berakar pada tradisi, harap Ketut Garwa.(I006/Z002)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca