Jumat, 31 Oktober 2014

Kementerian PU alokasikan rp150 miliar untuk P2KH

| 7.017 Views
id ruang terbuka hijau, daerah perkotaan, taman kota, kota hijau kuta
Kuta (ANTARA News) - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengalokasikan anggaran Rp150 miliar pada 2012 untuk Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) di seluruh Tanah Air.

Direktur Bina Program dan Kemitraan Direktorat Jenderal (Ditjen) Penataan Ruang pada Kementerian PU Rido Matari Ichwan mengatakan hal itu di sela-sela diskusi implementasi rencana aksi kota hijau di Kuta, Bali, Kamis malam.

"Dana tersebut digunakan untuk persiapan dan perangsang untuk meningkatkan partisipasi semua pihak dalam menciptakan ruang terbuka hijau di perkotaan," katanya.

Menurut Rido, untuk menciptakan ruang terbuka hijau sekitar 30 persen dari luas kota, tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit sehingga dibutuhkan peranan semua lapisan masyarakat serta pemerintah daerah setempat.

Sementara itu, Kepala Subbidang Kebijakan dan Strategi Direktorat Perkotaan, Ditjen Penataan Ruang pada Kementerian PU, R. Endra Saleh Atmawijaya mengatakan bahwa alokasi dana sebesar itu untuk 33 provinsi di Tanah Air. Namun, diprioritaskan bagi 60 kabupaten/kota yang sudah selesai pembuatan Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (Perda RTRW).

"Selain itu, para pimpinan daerah tersebut menyatakan siap untuk berpartisipasi dalam mengembangkan kota hijau," ujarnya.

Endra menjelaskan, setiap kabupaten/daerah, memperoleh dana masing-masing Rp1,5 miliar yang sifatnya merupakan anggaran pendampingan untuk membangun sistem, kultur, dan taman kota atau sarana fisik, sedangkan sisanya untuk membuat rencana besarnya.

Akan tetapi, lanjut dia, hal yang perlu diingat P2KH bukan hanya sekadar program yang dijalankan begitu saja sehingga pimpinan daerah bisa membuat taman kota.

"Jika pemikiran seperti itu bahwa program tersebut sebagai cara untuk bisa membuat taman kota, tentulah sangat salah. Karena banyak cara yang bisa dilakukan jika hanya berorientasi membangun taman saja," katanya menandaskan. (IGT/D007)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga