Jumat, 31 Oktober 2014

Nilai UN sekolah reguler Semarang kalahkan RSBI

| 5.770 Views
id hasi UN, Kota Semarang, sekolah reguler dan RSBI
Nilai UN sekolah reguler Semarang kalahkan RSBI
Soal UN (FOTO ANTARA/Syaiful Arif)
Kalau untuk penentuan kelulusan, ya nilai UN memang lebih menentukan karena bobotnya 60 persen, sementara nilai sekolah 40 persen. Namun, jika untuk langkah pembinaan sekolah, kedua capaian nilai itu sama-sama bobotnya.
Semarang (ANTARA News) - Nilai rata-rata Ujian Nasional (UN) 2012 jenjang sekolah menengah atas (SMA) di sejumlah sekolah reguler di Kota Semarang menduduki peringkat pertama, di atas rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI).

Ketua Panitia Penyelenggara UN Kota Semarang Sudjono, di Semarang, Senin, mengatakan bahwa berdasarkan penghitungan nilai rata-rata UN memperlihatkan sejumlah sekolah reguler memang ada yang mengungguli perolehan nilai di RSBI.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kota Semarang, perolehan nilai rata-rata UN SMA program IPA di Kota Semarang peringkat pertama diraih SMA Negeri 4 (52,7), disusul SMA Negeri 5 (52,27), dan ketiga SMA Negeri 6 Semarang (52,00).

Perolehan nilai rata-rata UN SMA program ilmu pengetahuan sosial (IPS), peringkat pertama diraih oleh SMA Negeri 6 dengan nilai 49,71, disusul SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 4 Semarang dengan perolehan nilai sama, yakni 48,75.

Untuk UN SMA program Bahasa, peringkat pertama diduduki oleh SMA Sedes Sapientiae dengan perolehan nilai rata-rata 44,54, kemudian SMA Negeri 8 urutan kedua dengan perolehan 43,90, dan ketiga SMA Kristen YSKI Semarang (43,49).

Sementara untuk jenjang sekolah menengah kejuruan (SMK), peringkat pertama ditempati oleh SMK Farmasi dengan perolehan 35,15, kemudian SMK Negeri 7 dengan nilai 34,71, dan ketiga SMK Penerbangan Kartika Aqasa Bhakti Semarang (34,44).

Sebagai catatan, SMA dan sederajat negeri berstatus RSBI di Kota Semarang berjumlah delapan, yakni SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, SMA Negeri 3, dan SMA Negeri 4, kemudian SMK Negeri 4, SMK Negeri 6, SMK Negeri 7, dan SMK Negeri 11 Semarang.

Capaian sekolah terhadap kedua nilai tersebut, kata dia, yakni UN murni dan nilai sekolah sama-sama dipergunakan dalam upaya pembinaan kualitas sekolah, tidak dipentingkan dari salah satu jenis penilaian yang diraih.

"Kalau untuk penentuan kelulusan, ya nilai UN memang lebih menentukan karena bobotnya 60 persen, sementara nilai sekolah 40 persen. Namun, jika untuk langkah pembinaan sekolah, kedua capaian nilai itu sama-sama bobotnya," katanya.

(ANT)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga