Jumat, 31 Oktober 2014

Ivana Lee: banyak tumpang tindih kewenangan di PBSI

| 3.602 Views
id Deklarasi Keprihatinan, mantan atlet bulutangkis, pengurus PBSI
Sejak lama sudah pernah kami sampaikan, terlalu banyak peranan yang tumpang tindih sehingga banyak pula keputusan yang tidak tepat dalam cara mempersiapkan sebuah kontingen ke ajang internasional.
Jakarta (ANTARA News) - Mantan pebulutangkis nasional Ivana Lee mengatakan, banyak peranan yang tumpang tindih dalam kepengurusan PB PBSI sehingga banyak pula keputusan yang tidak tepat dalam mempersiapkan sebuah kontingen ke ajang internasional.

"Sejak lama sudah pernah kami sampaikan, terlalu banyak peranan yang tumpang tindih sehingga banyak pula keputusan yang tidak tepat dalam cara mempersiapkan sebuah kontingen ke ajang internasional," ujar Ivana Lee kepada wartawan di Jakarta, Senin.

Hal itu dikatakan Ivana Lee di sela-sela pembacaan Deklarasi Keprihatinan para mantan atlet yang akan disampaikan kepada Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) yang berisikan tujuh butir poin.

Diantara tujuh butir pernyataan keprihatinan tersebut, adalah mengenai terjadinya tumpang tinding (overlapping) kewenangan yang telah lama terjadi dan dibiarkan terus terjadi.

Ivana Lee atas nama pribadi mantan atlet nasional mencontohkan, diantara penyelewengan kewenangan tersebut adalah ketika melakukan seleksi atlet untuk Kejuaraan Asia belum lama ini, tiba-tiba atlet yang telah lolos kualifikasi kemudian dibatalkan.

"Hal itu bukan dilakukan oleh Binpres, tetapi oleh bidang lain. Demikian halnya dengan penunjukan pelatih asing dari luar negeri, mekanisme penunjukannya tidak dilakukan oleh pihak yang berkompetensi," ujarnya.

Lebih lanjut Ivana mengatakan, bahkan penunjukan pelatih asing tersebut tidak diketahui oleh Binpres PBSI dan sampai saat ini belum ada prestasi yang bisa diraih oleh PBSI.

"Dalam penunjukan pelatih untuk tim Thomas dan Uber, ternyata Bidang Pembinaan Prestasi hanya menyiapkan untuk nomor ganda. Tetapi pelatih untuk pemain tunggal ditunjuk secara eksklusif dan terpisah-pisah," papar Ivana.

(ANT 132)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga